Senin, 23 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ahok Ancam Polisikan Ma’ruf Amin, Umat Islam Siap Pasang Badan

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 1 Februari 2017 | 11:06 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Ancaman Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terdakwa kasus penistaan agama yang akan mempolisikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dalam sidang kasus penistaan agama, Selasa (31/1), benar-benar membuat warga Nahdlatul Ulama (NU) marah. Tindakan gubernur DKI nonaktif itu dianggap sudah melampaui batas.

“Tudingan tersebut sangat menyakitkan dan tidak patut. Serta, merupakan tindakan yang melampaui batas-batas kewajaran hidup sebagai suatu bangsa yang beradab, dilakukan Ahok dan tim pengacara,” ujar Mantan Ketua Lembaga Penerbitan dan Penyebaran Informasi NU Khatibul Umam Wiranu dalam keterangannya, Rabu (1/2).

BACA  Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Tetapkan Tersangka Baru

Dia mengatakan, pernyataan itu juga menegaskan tingkat rendahnya moralitas seorang pemimpin. Moralitas pemimpin merupakan syarat absolut dan harus dimiliki oleh siapapun yang didaulat menjadi pemimpin.

Berbagai ucapan Ahok selama ini, menurutnya semakin menegaskan kualitas kepemimpinan Ahok. “Puncaknya, ancaman dan tudingan Ahok kepada Kiai Ma’ruf merupakan bukti rendahnya moralitas Ahok,” kesal Khatibul.

BACA  Jumlah WNI Terpapar Covid-19 Meningkat, Ini Kata Bamsoet

Sikap Ahok tersebut juga menunjukkan pengingkaran terhadap hakikat Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari peran ulama. “Ahok tidak paham sejarah Indonesia. Tudingan Ahok terhadap Kiai Ma’ruf merupakan delegitimasi ulama dan kiai,” seru mantan ketua pimpinan pusat GP Ansor itu.

Sementara Khatibul menuturkan, ancaman dan tudingan kepada Ma’ruf sebagai saksi palsu menjadi kado pahit bagi Jamiyyah NU yang tepat pada 31 Januari kemarin genap berusia 91 tahun.

BACA  Massa HRS Membeludak, Ruhut Mengaku Khawatir

Karena itu, andaikata Ahok dan tim pengacara benar mempolisikan Ma’ruf yang merupakan cicit dari Syeikh Nawawi Al-Bantany, seluruh warga NU maupun umat Islam lainnya akan pasang badan untuk memberikan pembelaan. “Saya, dan saya yakin bersama jutaan santri akan membela beliau tanpa syarat. Kita semua harus bersikap keras, tegas, dan tegakkan kepala menghadapi orang-orang yang punya kekuasaan yang bersikap arogan,” pungkas anggota komisi VIII DPR itu. (dna/JPG/hg)


Komentar