Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



AirAsia Berbagi Cerita Soal Dahsyatnya Digital

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Saturday, 17 September 2016 | 13:04 PM Tags: , ,
  

Wonderful Indonesia

Hargo.co.id JAKARTA – Program digital yang diusung Menpar Arief Yahya dalam memasarkan pariwisata terus mendapat respons positif. Satu talk show di tengah Rakornas III Kemenpar yang digulirkan di Ecopark Ancol, 15-16 September 2016 itu cukup mengundang perhatian. Salah satunya apa yang sudah dijalankan AirAsia, maskapai penerbangan yang dipimpin Tony Fernandez dan berpusat di Malaysia itu.

Di dunia digital seperti sekarang ini siapa yang tak kenal AirAsia? Maskapai modern dengan konsep LCC -low cost carrier– yang kini sudah malang melintang di Asia Tenggara? AirAsia sempat menjadi sorotan lantaran sukses memenangkan Best World’s Best Low Cost Airline by Skytrax selama 6 tahun berturut-turut ? Nah, semua kisah sukses AirAsia tadi ikut di share ke peserta Rakornas III yang diikuti semua stakeholder pariwisata itu. “AirAsia murah dan cepat. inilah yang membuat penumpang banyak yang loyal dengan kami,” terang Yohannes Heraldo, Marketing Manager Air Asia.

AirAsia memang sangat efisien dalam penggunaan pesawatnya. Hal ini bisa dilihat dari waktu berhenti pesawat di bandara yang hanya berkisar 25 menit. Selain itu, tingkat produktifitas awak pesawat juga sangat tinggi di AirAsia. Angkanya tiga kali lipat daripada Malaysia Airlines. AirAsia juga dapat meraih utilisasi rata-rata pesawat sebesar 13 jam sehari.

Tapi, bukan itu saja faktor yang membuat AirAsia berkibar. Peralihan pola kerja dari konvensional menjadi digital, menurut Yohannes Heraldo, juga memberi dampak besar. Pembelian tiket yang tadinya manual, diubah ke online. Murahnya akses internet membuat AirAsia makin efisien. Ujung-ujungnya, internet dijadikan ‘senjata’ untuk menyalurkan distribusi tiket.

“Sudah dua tahun kami beralih ke transaksi berbasis online. Cara ini menambah keuntungan karena biaya pendistribusian tiket bisa dikurangi,” ujar Yohannes.

Meski awalnya mendapat resistansi dari pelanggan yang belum terbiasa dengan pola pembelian online, AirAsia tetap jalan terus dengan gaya digitalnya. Pelanggan sedikit ‘dipaksa’ dengan gaya main digital. Dibiasakan dengan iklim online yang sudah banyak diterapkan di belahan bumi Eropa.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Pages: 1 2


Komentar