Jumat, 22 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



AirAsia Berbagi Cerita Soal Dahsyatnya Digital

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 17 September 2016 | 13:04 PM Tag: , ,
  

Hasilnya? AirAsia bisa mengurangi ‘lemak-lemak’ ketidak efisienan. Menurut data di Global Distribution System (GDS), 80% transaksi pembelian tiket dan check-in AirAsia sudah menggunakan situs resminya.

Keuntungan lainnya? Digital juga bisa dijadikan senjata memasarkan produknya. Dari Facebook, Instagram dan lainnya, maskapai pemenang Best World’s Best Low Cost Airline by Skytrax selama 6 tahun berturut-turut itu bisa mendeteksi apa yang paling dicari setiap orang dari belahan bumi manapun.

Dari mulai kemana saja anak-anak muda Singapura jalan-jalan? Apa yang disukai orang-orang Tiongkok? Kemana saja warga Jepang dan India menghabiskan liburannya? Sampai budget yang dikeluarkan? Semua bisa dideteksi dengan mudah. Hasilnya? Strategi pemasaran pun bisa dengan mudah dirancang. Beragam promo menarik bisa dengan mudah dibuat. Bisa dengan gampang ditawarkan ke setiap orang.

Dengan upaya yang tak terlalu besar, SDM yang tak terlalu banyak, AirAsia pun bisa dengan gampangnya menjaring banyak ikan dimana-mana.

Dari mulai wisatawan keluarga, anak-anak muda, solo traveller, halal tourism, wisata bahari, nature, man made, semua terjaring. Semua bisa dilayani.

Dengan pola digital ini juga, AirAsia berani mematok target untuk menerbangkan enam juta wisatawan ke Indonesia. Angkanya lumayan tinggi. Jumlahnya sudah sepertiga dari target capaian kunjungan wisatawan ke Indonesia. Rute-rute penerbangan ke Indonesia diperbanyak. Terutama rute pergi pulang dari sekitar India dan Tiongkok selatan dan Singapura ke Indonesia.

“Kami sudah berkomitmen untuk menerbangkan enam juta wisatawan ke Indonesia hingga 2019 nanti. Dan akan kami penuhi karena semua sudah kami perhitungkan lewat analisis berbasis digital.Jadi bila pariwisata Indonesia beralih ke digital, itu sudah sangat tepat. Lompatan capaiannya pasti akan jauh lebih dahsyat dari pola konvensional,” urai Yohannes. (Hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar