Kamis, 13 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ajaib! 6 Tahun Dipungut, Iuran Korpri Kabupaten Gorontalo Tak Jelas

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Kamis, 6 April 2017 | 23:31 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Iuran bulanan yang sebelum ini dipungut Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Gorontalo diminta agar ada transparansi kepada para anggota Korpri. Pasalnya, sampai saat ini para anggota tidak mengetahui persis pengeloaan dan pengunaan dana tersebut.

Iuran bulanan Korpri ini, mulai dipungut Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Gorontalo sejak tahun 2010. Pungutan diambil dari potongan Tunjangan Penghasil Pegawai (TPP) Pegwai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Jumlah PNS di Kabupaten Gorontalo sendiri kurang lebih ada 6.000 orang.

BACA  Tak Diizinkan Beroperasi, Supir Taksi di Gorontalo Dapat Bantuan 

Menurut sejumlah anggota Korpri yang menghubungi Gorontalo Post, besaran yang dipotong per bulan dari mereka rata-rata Rp 50 ribu per bulan oleh Bendahara Dewan Pengurus Korpri. Jika dikalikan 1 tahun (12 bulan) dari total yang dipungut untuk seluruh PNS, diperkirakan mencapai Rp 3,6 miliar.

BACA  Menunggu Proses Tender, Bantuan Pangan Bersubsidi Tertunda

“Pada awal bulan Maret 2017, pemotongan Iuran Korpri tiba-tiba dihentikan karena tidak ada dasar sama sekali. Namun dana tersebut kurang jelas kemana dan akan diapakan. Tidak ada informasi juga iuran yang dipotong itu akan dikembalikan ke kita,” kata salah satu anggota Korpri yang namanya enggan dikorankan.

Anggota Korpriyang mempertanyakan masalah ini mengaku khawatir. Jangan sampai dana tersebut disalahgunakan untuk kepentingan politik atau dipakai untuk kepentingan perjalanan dinas.

BACA  Kawasan Center Point Jadi Primadona untuk Ngabuburit di Gorontalo 

“Agar anggapan buruk ini tidak muncul, kami minta ada transparansi dari dewan pengurus. Biar semuanya jelas,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Bendahara Dewan Pengurus Korpri Roswati Lasimpala enggan memberikan penjelasan. Menurutnya hal itu adalah persoalan internal Korpri saja.

“Nanti kami akan mengadakan rapat kembali. Setelah rapat baru saya kasih keterangan,”singkat Roswati. (tr-53/hargo)


Komentar