Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Akhirnya, Film DC Superkeren! Wonder Woman Dapat Review Positif

Oleh Berita Hargo , dalam Headline LifeStyle , pada Kamis, 1 Juni 2017 | 10:30 AM Tag: , , ,
  

Hargo.co.id – Hari ini (31/5) moviegoers Indonesia mendapat privilese untuk menonton Wonder Woman lebih awal. Di AS dan negara-negara lain, film yang dibintangi Gal Gadot itu baru diputar pada Jumat (2/6). Meski begitu, masih ada yang khawatir bahwa film yang masuk jagat DC Extended Universe (DCEU) tersebut bakal seperti tiga pendahulunya. Keren, tapi plotnya lemah.

Well, fans DC bisa menepis kekhawatiran itu. Sebab, para kritikus yang telah mengikuti skrining menyatakan Wonder Woman bagus! Berbeda dengan Man of Steel (2015), Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), maupun Suicide Squad (2016) yang dihujat pengamat. Bahkan, Variety menyebutkan bahwa penggarapan Wonder Woman mendekati trilogi The Dark Knight versi Christopher Nolan.

Wah, sebagus itukah? Sutradara Patty Jenkins membutuhkan 15 tahun untuk mewujudkan Wonder Woman ke layar lebar. Dia sudah lama mendiskusikan konsep film dengan tokoh utama putri asal Themyscira, belantara Amazon, itu. ”Banyak obrolan tentang kemungkinan filmnya gagal dan biasa saja. Apalagi, banyak film superhero cewek yang gagal,” katanya.

Ucapannya mengacu pada sejumlah film solo pahlawan perempuan seperti Catwoman (2004) dan Elektra (2005) yang buruk serta terlupakan. Jenkins menilai superhero perempuan yang berhasil adalah Katniss Everdeen, karakter utama franchise The Hunger Games. ”Lewat Wonder Woman, kami ingin membuktikan bahwa perempuan mampu membuat film dan menjadi superhero yang keren,” tegasnya.

Perempuan berusia 45 tahun tersebut menuturkan, banyak hal yang dipertimbangkan ketika menampilkan sosok Wonder Woman yang punya nama alias Diana Prince ke layar kaca. Baik karakter maupun tingkah lakunya.

Menurut Jenkins, Wonder Woman tidak pernah menyerang orang lain. Dia memilih mencegah kekerasan yang tidak perlu dan bertahan. ”Hal itu tidak cuma kudiskusikan dengan Gal (Gadot, Red), tapi juga dengan para stunt. Dalam benakku, aku ingin Wonder Woman terlihat keren, tapi tidak menakutkan,” ujar Jenkins.

Dalam proyek film berbujet USD 120 juta (Rp 1,6 triliun) itu, bukan cuma Jenkins yang sangat idealis. Gadot pun punya visi mendetail tentang karakternya. Menurut dia, Wonder Woman merupakan seorang feminis. ”Buatku, feminisme adalah kesetaraan dan kebebasan buat perempuan di setiap hal dalam hidup.

Bukan laki-laki melawan perempuan atau sebaliknya,” tegas ibu dua anak tersebut. Gadot juga berhati-hati selama membawakan Wonder Woman. Dia ingin karakternya mampu menyampaikan pesan tanpa terkesan menceramahi.

Dengan penokohan Wonder Woman yang kuat, Jenkins menyatakan sempat bingung dalam menampilkan karakter Steve Trevor (Chris Pine). Dia ingin sosok pilot Perang Dunia I itu tidak cuma jadi karakter lemah yang menunggu diselamatkan.

Jenkins berpendapat, Trevor sama kuat dan setara dengan Wonder Woman. Namun, harus diakui, positioning dia agak membingungkan.

”Steve Trevor adalah fantasi tiap perempuan modern. Dia adalah sosok pacar keren yang menghargai pencapaian perempuan dan punya selera humor yang bagus,” papar Pine. Meski begitu, karakter Trevor dan Diana berbeda. Pine mengungkapkan, Trevor memiliki pandangan yang sinis dan realistis lantaran tinggal di peradaban modern yang terdampak perang.

Buat Warner Bros. dan DC Comics, Wonder Woman diprediksi menjadi titik balik nasib franchise DCEU di mata kritikus. Sejak Batman v Superman dan Suicide Squad dibanjiri kritik, kepercayaan fans menurun. Padahal, mereka sudah siap mengembangkan franchise ke Justice League serta film solo seperti Aquaman dan Flash.

Dengarkan saja apa yang diucapkan beberapa kritikus berikut. ”Hei Hollywood, kalian dengar nggak? Sutradara cewek terkeren adalah Patty Jenkins dan superhero cewek terkeren adalah Gal Gadot,” cuit Jenna Busch, jurnalis entertainment IGN dan Collider.

”Film terbaik DCEU. Emosional, menghibur, tapi ringan,” tulis Daniel Alter, produser action thriller Hitman.

Wonder Woman juga dinilai punya nuansa yang berbeda dengan dua film pendahulunya yang kerap dianggap kelam. Kolumnis Alicia Lutes menambahkan, adegan laga Wonder Woman digarap dengan sangat bagus. ”Scene pertarungannya keren dan menakjubkan. Koreografi dan pengambilan gambarnya bagus banget,” ulasnya di Nerdist. (Guardian/elle/People/fam/c16/na)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar