Sabtu, 17 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Akhirnya, Takraw Bisa Persembahkan Medali Emas di Kejurnas 

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Sportivo , pada Jumat, 9 November 2018 | 23:19 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Perjuangan atlet-atlet sepaktakraw Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Gorontalo diajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar PPLP 2018 di Padang, Sumatera Barat akhirnya membuahkan hasil. Satu medali emas dan satu medali perunggu sukses dibawa pulang meski sebelumnya sempat ragu dapat meaih medali diajang bergengsi olahraga pelajar nasional tahun ini.

Kepada Harian Gorontalo Post, pelatih sepaktakraw PPLP Gorontalo, Herson Taha menjelaskan bahwa masih banyak yang harus dievaluasi dari penampilan atlet-atletnya diajang Kejurnas tahun ini. Meski sukses meraih medali emas dan satu perunggu, namun secara keseluruhan khususnya mental tanding atlet akan menjadi perhatian serius setelah kembali ke Gorontalo nanti.

BACA  Fakta di Balik Wisuda Drive Thru, Ada Merogoh Kocek Hingga Rp 500 Ribu

“evaluasi sementara kami, lebih banyak kelemahan anak-anak disebabkan oleh faktor mental bertanding. Anak-anak kita belum terbiasa menghadapi ketegangan dipertandingan besar sehingga permainannya terkadang drop disaat point berimbang.

Seperti kemarin di semifinal lawan Riau, sebetulnya secara tehnis kita jauh berada di atas. Regu ketiga sebagai regu penentu sudah menang mudah 21-8 di set pertama tapi pada set kedua ketika point kejar-kejaran jelas terlihat anak-anak kita mengalami ketegangan dan cenderung berbuat kesalahan sendiri. Bahkan set terakhir tekong kita macet karena ketakutan,” jelas Herson Taha.

BACA  Bayi yang Dibuang di Depan Ponpes Hubulo Dibekali Nama, Tasbih dan Peci

Sementara terpisah kepala bidang pemuda dan olahraga (Pora) Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Fitri Ahmad kepada Gorontalo Post mengaku ini adalah kali pertama ia menyaksikan langsung pertandingan final sepaktakraw yang menurutnya sangat mempermainkan perasaan. “saya tidak bisa mengambarkan bagaimana perasaan saya, yang pasti selain tegang, jantung ini seperti berhenti saat permainan sudah semakin berakhir.

BACA  Harga Ayam Kampung di Kota Gorontalo Tembus Rp 100 Ribu per Ekor

Namun alhamdulillah, hasil memuaskan medali emas mampu meredakan perasaan yang sejak awal babak final tidak menentu saya rasakan,” pungkas Fitri Ahmad, yang dihubungi Harian Gorontalo Post usai pertandingan. (ysn/hg)


Komentar