Akses Gorontalo-Kotamobagu Terganggu, Warga Dumoga Sempat Blokir Jalan

Warga Dumoga saat memblokir jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Dumoga, Kecamatan Dumoga Timur, Jumat (19/10). (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, BOLMONG – Akses Gorontalo – Kotamobagu melewati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terganggu, Jumat (19/10). Pemicunya lantaran warga di Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, memblokir jalan trans amurang kotamobagu doloduo (AKD).

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, jalan diblokir dengan cara merobohkan pohon ke tengah jalan. Pemblokiran jalan diduga lantaran konflik antar kampung yang berkepanjangan di wilayah itu.

Titik blokade jalan itu terletak di Desa Dumoga, Kecamatan Dumoga Timur, mendekati Komando Rayon Militer (Koramil) Dumoga.

Informasi yang dirangkum, masyarakat melakukan blokir jalan disebabkan beberapa warga di wilayah tersebut dikabarkan ditahan oleh pihak kepolisian setempat.

Sangadi (kepala desa) Dumoga, Hermoni Manggopa mengatakan, aksi blokir jalan yang dilakukan massa Desa Dumoga dilakukan, karena warga menolak adanya masyarakat yang diamankan oleh kepolisian untuk dimintai keterangan terkait kasus ricuh antara Desa Dumoga dengan Desa Tambun beberapa waktu lalu, sehingga membuat warga memblokade jalan Jumat (18/10).

“Pemerintah desa mengadakan pertemuan dengan kepolisian sektor (Polsek) yang akan dihadiri Waka Polres dan Kabag Ops, dengan jaminan warga yang habis diambil keterangan dilepas lagi,” katanya, kepada Harian Bolmong Raya (Gorontalo Post Grup).

Salah seorang warga beinisial RM juga mengatakan, warga terpaksa melakukan pemblokiran jalan, karena warga Desa Tambun diduga masuk ke wilayah Desa Dumoga lewat jalan bagian belakang desa sekitar Pukul 02.00 Wita, Jumat (18/10). Mereka diduga melakukan pengrusakan rumah warga beserta kantor Desa Dumoga.

Kapolres Kotamobagu AKBP Gani F Siahaan SIK MH mengatakan, sejauh ini, pihaknya sedang mengamankan beberapa orang untuk dimintai keterangan terkait persoalan lalu, dimana setelah dilakukan pemeriksaan, mereka dipulangkan kembali.

“Mereka menduga warga lain itu kita tangkap, namun hanya diperiksa dan sudah dipulangkan,” kata Gani.

Ia mengakui, akibat pemblokiran jalan itu, akses transportasi di wilayah itu sempat terganggu. “Tetapi kita siap membuka kembali penutupan jalan ini,” tegasnya.

Ia menyebutkan, anggota Brimob dan 50 personil Polres telah melakukan pengamanan di Dumoga. Bahkan, kemarin Polres kembali menurunkan 104 anggota dan 14 perwira untuk membuka blokade jalan yang dilakukan masyarakat ini.

“Personil Polres akan berada di lokasi hingga kondisi aman dan kondusif. Akses harus dibuka agar tidak memicu desa lain melakukan hal tak terduga,” tandasnya.

Kapolres Kotamobagu AKBP Gani F Siahaan SIK MH juga langsung melakukan pertemuan dengan pemerintah desa dan masyarakat Dumoga serta Pemda Bolmong guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Setelah mendapat penjelasan langsung dari Kapolres Kotamobagu, selanjutnya lebih dari 100 personil Polres Kotamobagu dibantu anggota TNI bahu membahu membersihkan jalan yang tertutup akibat batu batu yang ditempatkan warga serta pohon melintang akibat ditebang hingga roboh menghalangi jalan.

Setelah lebih dari lima jam diblokir warga, akhirnya akses jalan di Dumoga dibuka kembali. Pembukaan blokir jalan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kotamobagu AKBP Gani F Siahaan, SIK, MH.

Akses jalan trans di Desa Dumoga kini sudah dipastikan bisa dilalui dan situasi di wilayah Dumoga juga sudah terkendali.(hbmr)

-