Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aksi Demo Dana Santunan Korban PT GSM Ditagih

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 12 Juli 2017 | 13:24 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id MARISA – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Pohuwato melakukan demo di PT. GSM mempresure adanya santunan dana duka korban meninggal dunia yang ada dikawasan kontra karya perusahaan terkait.

Berdasarkan pantauan Gorontalo Post kemarin (11/7) sekitar pukul 10.30 Wita, massa aksi mendatangi gedung DPRD Boalemo menyampaikan tuntutannya, terkait warga yang meninggal dunia Jumat (30/6) saat melakukan aktifitas penambangan di Desa Hulawa Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato, yang terkena tanah longsor. Dengan demikian massa aksi berserta keluarganya mempresure adanya santunan dana duka yang belum direspon oleh pihak perusahaan GSM sesuai dengan permintaan keluarga korban.

“Korban meninggal dunia akibat aktifitas pengeboran yang dilakukan oleh pihak perusahaan, sehingga material yang batu yang berada dikawasan tambang jatuh menimpa korban hingga meninggal dunia, serta saudara korban mengalami luka. Dengan demikian kami meminta pertanggung jawaban dari pihak perusahaan terkait dengan persoalan ini,” ungkap orator Yosar Ruiba didepan gedung DPRD Pohuwato.

Selain itu kata Yosar pihak keluarga korban meminta dana santunan duka 40 juta namun yang disanggupi oleh pihak GSM hanya 15 juta, padahal korban meninggal dunia akibat aktifitas tambang tersebut.

“Ini memang kecelakaan tetapi pihak perusahaan harus memnperhatikan asas kemanusiaan, kita tidak menilai manusia dari materi tetapi harus sesuai dengan kondisi yang ada.

Selain itu kita mendesak pihak DPRD untuk mengevaluasi seluruh kegiatan PT GSM yang sehingga mengakibatkan jatuhnya korban, serta merealisikan tali asih yang menjadi tuntutan penambang,” ungkapnya. Hal yang serupa juga disampaikan langsung oleh massa aksi saat melaksanakan demo di depan kantor GSM, dengan mempresure keinginan penambang, baik dana santunan duka maupun tali asih.

Genderal Manajer (GM) PT. GSM Jokoyunanto mengatakan bahwa pihak perusahaan tidak dapat menyimpulkan korban meninggal dunia akibat kegiatan kontra karya perusahaan GSM, dimana untuk membuktikan hal itu merupakan hal aparat penegak hukum.”Kita sambut baik aspirasi yang disampaikan dengan melihat aspek sosial yang disampaikan keluarga korban.

Meskipun ini adalah musibah yang harus diterima, tetapi kami akan memberikan dana santunan 25 juta dari aspirasi yang disampaikan oleh keluarga sekitar 40 juta. Tetapi hal ini bukan bentuk pertanggung jawaban kami dalam insiden ini, tetai ini kami lihat dari sisi sosial. Kemudian terkait dengan realisasi tali asih, pada prinsipnya kita mengacu pada regulasi yang berlaku,” ungkapnya. (Tr-30/Tr-55/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar