Sabtu, 13 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aksi Pencurian Kembali Terjadi di Pohuwato, Begini Modusnya

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 13 Juli 2022 | 00:05 Tag: ,
  Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Aksi pencurian kembali terjadi di Pohuwato. Menariknya, modus yang digunakan lain dari biasanya. Yakni, pelaku berusaha mengusik korban dengan memberi pesan ancaman melalui surat kaleng, yang mana akan membunuh keluarga korban jika tetap menempati rumah tersebut 

Informasi yang berhasil dihimpun, Senin (12/7/2022), Santi Pakaya, warga Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, disatroni maling. Ditemui di kediamannya, Santi Pakaya yang masih trauma menceritakan ihwal peristiwa pencurian yang dialaminya pada pukul 21.30 Wita. Awalnya Santi Pakaya tak menduga jika rumahnya akan disatroni maling yang dicurigai berjumlah dua orang. 

Santi Pakaya mulai merasa ada yang aneh saat lampu rumah tiba-tiba padam. Tak lama setelahnya, Santi Pakaya dikagetkan dengan sosok pria yang berusaha menarik kedua kaki anaknya dari sofa. Santi Pakaya yang panik pun berusaha melawan dengan menendang tangan pria itu hingga berhasil menarik kembali anaknya. 

Usai berhasil merangkul kedua anaknya, Santi Pakaya pun langsung berlari keluar rumah meminta pertolongan. Mendengar teriakan Santi Pakaya, warga sekitar pun langsung berdatangan dan berusaha mencari si pencuri di dalam rumah, warga kehilangan jejak saat didapati pintu samping rumah dalam kondisi terbuka. Akibat peristiwa itu, Santi Pakaya kehilangan uang tunai Rp 4 juta. Tak hanya itu, sertifikat tanah yang disimpan mertuanya ikut raib digondol maling. 

Santi Pakaya saat ditemui di rumahnya mengungkapkan, jika dihari yang sama, tepatnya pada pukul 10.00 Wita, pagi hari, dirinya yang saat itu sedang membersihkan kamar tidur mendapati jendela rumah sudah dalam keadaan terbuka. Santi Pakaya menemukan selembar kertas bekas kardus berisikan pesan ancaman untuk keluarga Santi Pakaya. Bunyi pesannya seperti ini: Kalau lagi tinggal di rumah ini, hati-hati. Saya akan bunuh anak dan istrimu. Saya tidak main-main. 

Pesan “Uang di dalam tas Rp 4 juta, juga uang sisa belanjaan saya seratusan lebih juga hilang. Setelah itu saya kase lihat sama saya punya suami nanti malamnya itu kejadian. Saya pe anak dia tarik. Pokoknya depe orang tinggi-tinggi,” ungkapnya. 

Dirinya pun mengakui, jika dirinya beserta suami tak memiliki masalah apapun dengan orang sekitar atau pun di dalam keluarga. Terlebih dirinya bersama suami baru berapa bulan ini menempati rumah milik mertua. 

“Tak ada, tidak ada masalah torang pak. Kalau soal pencurian itu saya tidak terlalu bagimana cuma yang pengancaman ini yang saya suru lapor saja sama suami. Masalahnya sudah mengancam ini yang torang takutkan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pohuwato, Iptu Arie Agustyanto Yos, melalui Katim Opsnal Sat Reskrim, Bripka Karim Bomili, menyampaikan untuk saat ini Satreskrim Polres Pohuwato sedang melakukan pendalaman terhadap kasus pencurian tersebut. Sementara untuk barang bukti berupa kardus berisi pesan ancaman sudah diamankan. 

“Untuk saat ini barang bukti yang kami bawa, itu baru kardus yang bertuliskan ancaman dari maling tersebut. Jadi saya sudah cek langsung TKP, ada bukti bahwa rumah tersebut benar dibongkar, hanya saja saya belum memastikan lebih jauh. Yang pastinya kasus ini masih dalam penyelidikan. Nanti kalau ada perkembangan akan kita kabari,” ujar Kating Opsnal Satreskrim Polres Pohuwato itu saat ditemui, Selasa (12/7/2022). (***)

 

Penulis: Ryan Lagili

(Visited 277 times, 1 visits today)

Komentar