Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aksi Protes Kematian George Floyd, Kantor Polisi Minneapolis Dibakar

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Sabtu, 30 Mei 2020 | 22:05 WITA Tag: ,
  Para pengunjuk rasa membakar Kantor Polisi Minneapolis di Distrik 3, Minneapolis. (John Minchillo/AP Photo)


Hargo.co.id, MINNEAPOLIS – Aksi protes atas kematian pria kulit hitam, George Floyd, terus dilakukan masyarakat. Ujungnya, kantor polisi di Minneapolis, Minnesota, dibakar para pemrotes. Api membumbung di bangunan polisi pada Kamis malam (28/5).

Demonstran marah lantaran 4 polisi menangkap Floyd dengan aksi membabi buta. Leher Floyd diinjak dengan lutut polisi kulit putih hingga Floyd tewas. Floyd meninggal pada hari Senin (25/5).

Sebelumnya, sebuah video dari insiden tersebut menunjukkan Floyd memohon kepada petugas. Floyd mengatakan dia tak bisa bernapas sebagaimana dilansir Jawapos.com, Jumat (29/5).

“Saya tidak bisa bernapas, tolong,” katanya sebelum akhirnya tidak bergerak lagi dengan lutut petugas masih di lehernya.

Keempat petugas yang terlibat sudah dipecat. Akan tetapi keluarga Floyd, tokoh masyarakat dan warga menyerukan agar 4 polisi itu ditangkap.

BACA  Jumlah Korban Membludak, Serangan Covid-19 di Amerika Serikat Mengerikan

“Para perwira ini, mereka perlu ditangkap sekarang, orang-orang menginginkan keadilan sekarang,” kata saudara laki-laki Floyd, Philonese Floyd, kepada CNN pada Kamis (28/5).

“Mereka perlu dihukum dan mendapatkan hukuman mati,” kata Philonese Floyd.

Ratusan pengunjuk rasa berbaris di pusat kota Minneapolis untuk protes. Ini adalah 3 malam berturut-turut di mana demonstran menuntut keadilan agar pihak berwenang mengakhiri kekerasan polisi.

Saat matahari terbenam, api besar terlihat di dekat kantor polisi di Minneapolis. Streaming video langsung oleh Unicorn Riot, sebuah organisasi media independen, menunjukkan para pemrotes akhirnya memasuki kantor polisi dan langsung membakar gedung. Polisi tidak terlihat di gedung itu.

Protes yang diawali damai, kini berubah menjadi kekacauan dengan laporan penjarahan, pembakaran, dan vandalisme. Polisi telah menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Hal itu justru memicu kemarahan dari penduduk setempat.

BACA  Mengerikan, Ibu Kota India Diserang Belalang Penghacur

“Cara polisi memperlakukan orang, memperlakukan masyarakat, memperlakukan kami benar-benar salah,” kata Ramla Bile, seorang warga Minneapolis Amerika di Minneapolis.

Pemerintah Kota Minneapolis mendesak pengunjuk rasa untuk mundur dari daerah itu. Gubernur Minnesota Tim Walz memanggil Pengawal Nasional AS pada hari Kamis (28/5) untuk mendukung pemerintah setempat ketika protes meningkat.

Sebelumnya pada hari Kamis, (28/5) sekelompok pemrotes menduduki ruang di luar rumah Jaksa Wilayah Hennepin, Mike Freeman, yang akan menangani kasus ini. Jaksa akan menuntut dakwaan pidana bagi empat petugas polisi yakni Derek Chauvin, Thomas Lane, Tou Thao dan J Alexander Kueng.

BACA  Dirikan Markas Militer di Wilayah Sengketa, Tiongkok Langgar Perjanjian dengan India

Aksi Protes di Kota Lain

Tak hanya di kota tempat kejadian perkara (TKP), protes juga terjadi pada hari Kamis (28/5) di kota-kota di seluruh AS. Termasuk Columbus, Ohio, Oakland, California, dan New York City, di mana puluhan orang dilaporkan ditangkap.

Ratusan orang juga berunjuk rasa di Louisville, Kentucky, untuk memprotes kebrutalan polisi. Di Denver, Colorado, ratusan orang turun ke ibukota negara bagian. Beberapa aksi protes juga akan berlangsung hari ini, Jumat (29/5). (nas/mhv/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul “3 Hari Protes Kematian George Floyd, Kantor Polisi Minneapolis Dibakar”. Pada edisi Jumat, 29 Mei 2020.

Komentar