Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aktifitas Jual Beli di Gorontalo Kurang Bergairah

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 9 Juni 2017 | 11:22 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Bulan Ramadan memang bulan yang penuh berkah. Termasuk berkah bagi mereka yang mayoritas pedagang, baik itu di sektor pangan, sandang hingga properti khususnya di Gorontalo.

Hanya saja, sudah memasuki pekan kedua ramadan, aktivitas jual beli khususnya sektor properti dan pakaian, masih sepi.

Diprediksi, geliat ekonomi di bulan ramadan ini akan nampak pada pekan ketiga ramadan. Atau saat gaji 13-14 PNS cair. Hal ini karena sektor ekonomi terbesar di daerah ini masih didominasi investasi pemerintah.

BACA  Target Ibadah Haji Tahun Depan, Warga Gorontalo Naik Sepeda ke Mekah  

Lebih dari 30 persen warga Gorontalo bekerja sebagai pegawai negeri, termasuk anggota TNI dan Polri dan pegawai BUMN. Pemerintah sendiri telah memastikan pencairan gaji bonus untuk pegawai pemerintah akan dilakukan sebelum lebaran.

Pantauan Gorontalo Post, pada beberapa pusat perbelanjaan memang masih nampak sepi, seperti salah satu distribution outlet (distro) di jalan HB Jasin Kota Gorontalo.

BACA  Rusli Habibie: Warga yang Belum Divaksin Covid-19, Bantuannya Ditunda

Pengelola Distro, Chandra mengaku, omsetnya masih sama seperti tahun lalu. “Kemungkinan mendekati lebaran, pembeli akan semakin banyak,” katanya.

Menghadapi lonjakan permintaan, Chandra mengaku telah menyiapkan stok banyak, baik kaos, kemaja dan celana.

“Kalau bulan biasa, modal saya siapkan Rp 100 jutaan, kalau untuk bulan ramadan modalnya sekitar Rp 400 juta,” ungkapnya. Pada bulan puasa ini, untuk memenuhi permintaan di masyarakat yang begitu tinggi, para pedagang menambah stok barang dagangannya hingga 3 kali lipat dari biasanya.

BACA  Dianggap Belum Maksimal, Gubernur Gorontalo Evaluasi Program OPD

Sebut saja Alim Rahman. “Kami belum tahu kenaikkannya berapa, cuman yang pasti pembelian naik dari biasanya, mungkin karena kebutuhan untuk lebaran,” kata Alim.

Sebelumnya, dari survey Indeks Tendensi Konsumen (ITK) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Mei 2017 lalu menyebutkan, pada kuartal ke II tahun 2017 ini, masyarakat Gorontalo akan lebih optimis dibandingkan pada kuartal I 2017.

Laman: 1 2 3


Komentar