Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aktivitas Bom Ikan Masih Marak di Sumalata

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Advertorial Legislatif , pada Kamis, 8 Oktober 2020 | 11:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi. Aktivitas pengeboman ikan kerap terjadi di perairan Indonesia. Ini juga masih terjadi di perairan Gorontalo Utara (Foto Istimewa/Sumber Google)


Hargo.co.id, GORONTALO – Aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bom saat ini masih marak terjadi di perairan Gorontalo Utara (Gorut). Padahal, pemerintah pusat dan juga Kementrian Kelautan dan Perikanan telah berupaya membuat regulasi atau aturan yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat, namun pada kenyataannya aturan tersebut oleh pihak-pihak tertentu tidak diindahkan sama sekali.

Ini seperti yang terjadi di Kecamatan Sumalata sebagaimana yang diinformasikan oleh masyarakat sempat. Menurut mereka, pengeboman ikan di perairan Sumalata itu sering terjadi dan bahkan masyarakat hafal betul kapan harinya.

Kondisi ini tentu membuat masyarakat kesal dan gerah, serta meminta kepada pemerintah daerah dan pihak berwajib tentunya untuk dapat menertibkan dan menindak tegas aksi penangkapan ikan dengan menggunakan bom maupun potasium karena memang dilarang.

BACA  Tiga Daerah Ini Diminta Segera Cairkan JPS Tahap III

“Siapa saja dapat mencari dan menangkap ikan di perairan kami, asalkan dengan cara yang telah diatur dan tidak melanggar hukum yang berlaku. Terhadap pengeboman ikan yang berulang kali terjadi tersebut telah kami laporkan kepada pihak berwajib hanya saja sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan maupun tindakan,” kata nelayan yang namanya minta tidak diekspos.

BACA  Ahli Waris Lahan Bekas HGU Temui Wagub

Terkait dengan persoalan tersebut, salah satu aleg dari Dapil Sumalata-Biau-Tolinggula, Jery Kiswanto yang dimintai tanggapannya mengatakan bahwa memang praktek pengeboman ikan tersebut telah lama terjadi di Kecamatan Sumalata.

“Hanya saja para pelakunya bukan dari masyarakat yang ada di Sumalata, mereka diduga para nelayan nakal dari luar Sumalata,” ungkapnya.

Aleg muda NasDem tersebut mengatakan bahwa dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, disebutkan bahwa pelaku pemboman ikan diancam dengan kurungan lima tahun penjara dan denda dua miliar rupiah.

BACA  Giliran Warga Wonggarasi Terima Bantuan Bahan Pokok

“Regulasinya jelas dan untuk itu kepada pemerintah daerah dan pihak yang berwenang lainnya untuk dapat segera menyelesaikan persoalan ini dan menangkap para pelaku pengeboman ikan tersebut,” tegasnya.

Jangan sampai hal ini terus terjadi secara berulang kali dan tidak pernah ditindak, karena Jery khawatir jika ini dibiarkan terus nantinya akan menimbulkan lagi persoalan lainnya karena para nelayan di Sumalata juga mulai gerah dengan kondisi tersebut.

“Dan pastinya jika pengeboman ini berlangsung terus maka potensi perikanan akan cepat habis dan lingkungan akan rusak,” tandasnya. (abk/adv/hg)


Komentar