Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aktivitas Pertambangan di Suwawa Dinilai Ilegal, Mahasiswa Gelar Aksi

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Bone Bolango Metropolis , pada Wednesday, 28 July 2021 | 18:05 PM Tags: ,
  Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) menggelar aksi di Polres Bone Bolango terkait aktivitas Penambang Batu Hitam Ilegal di Suwawa, Rabu (28/7/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Aktivitas pertambangan Batu Hitam di Suwawa Kabupaten Bone Bolango yang sudah berjalan kurang lebih dua tahun dinilai ilegal dan tidak sesuai prosedur yang ada. Buktinya, aktivitas tambang tersebut telah mengakibatkan kerusakan alam, seperti banjir bandang pada pertengahan 2020 yang lalu.

Tentunya hal tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah Bone Bolango dan penegak hukum di daerah tersebut. Sebelumnya, penegak hukum sudah menindaklanjuti aktivitas pertambangan tersebut berupa penyitaan barang bukti yakni beberapa truk hasil tambang. Namun, aktivitas pertambangan tersebut nyatanya masih berjalan lancar hingga sekarang. Masyarakat khawatir aktivitas pertambangan ilegal tersebut ada campur tangan dengan aparat.

Hal tersebut yang mengundang Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) menggelar aksi di Polres Bone Bolango terkait aktivitas penambang Batu Hitam ilegal di daerah tersebut, Rabu (28/07/2021).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak pihak kepolisian untuk memperlihatkan barang bukti tiga truk hasil dari penambangan Batu Hitam yang disita oleh pihak Polres.

“Kami meminta kepada Kapolres Bone Bolango untuk menghadirkan atau memperlihatkan tiga truk hasil Batu Hitam ilegal yang disita. Selagi barang bukti tidak diperlihatkan, kami tidak akan mundur,” tegas koordinator aksi, Noval Lamusu.

Masa aksi menyampaikan bahwa tambang ilegal batu hitam tersebut merupakan sumber kekayaan daerah yang terindikasi dikelola dan diperjualbelikan ke pihak luar dengan cara ilegal atau tanpa adanya izin dari Pemerintah Daerah Bone Bolango. Bahkan aparat keamanan diduga sengaja membiarkan kekayaan alam tersebut diperjualbelikan keluar wilayah Provinsi Gorontalo.

“Jangan biarkan perampok dan perusak alam Bone Bolango berkeliaran,” ujar Noval.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Sutrisno, menyampaikan kepada masa aksi bahwa pihak Polres tidak bisa memperlihatkan barang bukti karena masih dalam penyelidikan.

“Kami tidak bisa memperlihatkan karena ada etika penyelidikan dan kami tidak bisa sembarang. Ini juga masih PPKM, kami sudah memberikan waktu kepada masa aksi dan sudah selesai waktunya,” pungkas Sutrisno. (*)

Penulis: Rita Setiawati
(Visited 678 times, 1 visits today)

Komentar