Selasa, 24 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Alasan Cegah Virus Corona, Konsep Baksos NKRI Diubah

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Kamis, 19 Maret 2020 | 22:30 WITA Tag: , ,
  Pelaksanaan Bakti sosial NKRI Peduli di Kecamatan Tabongo, Kamis (19/03/2020). (foto istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ancaman virus Corona sangat berdampak pada agenda – agenda kegiatan pemerintah. Ya, sejumlah agenda pemerintah yang menghadirkan massa yang banyak terpaksa ditunda. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Tapi hal ini tidak berlaku untuk kegiatan Bakti Sosial (Baksos) NKRI Peduli yang dilaksanakan Pemprov Gorontalo. Jika sebelumnya program sembako bersubsidi ini digelar dengan menghadirkan ribuan orang di waktu bersamaan, maka kali ini konsepnya diubah.

Sebelum masuk ke lokasi kegiatan Baksos NKRI Peduli, warga Penerima Keluarga Manfaat (PKM) diwajibkan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh. (foto istimewa)
Sebelum masuk ke lokasi kegiatan Baksos NKRI Peduli, warga Penerima Keluarga Manfaat (PKM) diwajibkan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh. (foto istimewa)

Seperti yang terlihat di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kamis, (19/3/2020). Ribuan warga tidak lagi dikumpul di suatu tempat secara bersamaan. Tidak ada lagi seremonial yang biasanya dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

BACA  Fokus Tangani Covid-19, Gorontalo Tunda Pengadaan Barang dan Jasa

Pasar murah dilayani di tiga desa yang berbeda yakni Tabongo timur, Tabongo Barat dan desa Ilomangga. Warga datang secara mandiri dengan membawa kupon, berbelanja dan langsung kembali ke rumah masing-masing.

“Seperti tadi kita mulai pukul 13.30 WITA, masyarakat berdatangan bergiliran tidak bergerombol. Kemudian difasilitasi oleh dinas kesehatan diperiksa suhu badan dan cuci tangan juga. Setelah itu mereka dilayani berbelanja sembako murah bersubsidi dan langsung pulang ke rumah,”ungkap Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo M.Nadjamuddin.

BACA  Penerapan Protokol Kesehatan di Mapolsek Tilongkabila

Selain datang mandiri, waktu pelaksanaan juga dibatasi mulai pukul 13.30 Wita dan berakhir pukul 16.00 Wita. Pelaksanaan pasar murah yang melayani 2.000 warga itu juga dimanfaatkan pemprov untuk Sosialiasi bahaya dan upaya pencegahan virus corona.

“Arahan Bapak Gubernur agar pola diubah seperti itu hingga situasi mereda. Dari Dinas Kominfo juga akan menambah materi yang akan kita putar melalui layar lebar untuk bisa disampaikan ke masyarakat luas,” imbuhnya.

BACA  Masyarakat Garda Terdepan Menghambat Penyebaran Covid-19

Seperti pelaksanaan sembako bersubsidi pada umumnya, Pemprov Gorontalo menyediakan delapan bahan pokok murah. Rinciannya beras lima kg, gula pasir satu kg, minyak goreng satu liter dan telur 10 butir. Ada juga bawang merah, bawang putih, rica dan ikan tuna segar masing masing setengah kg. Semuanya bisa ditebus warga dengan harga enam puluh ribu Rupiah atau serba lima ribu.(adv/rwf/hg)


Komentar