Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Albothyl Belum Ditarik, BPOM: Tunggu Penarikan Produsen dan Distributor

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 21 Februari 2018 | 12:05 Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Meski sudah dibekukan izin edarnya, obat Albothyl masih bisa ditemui di beberapa Apotik di Gorontalo. Alasannya, pihak Apotik tidak mengetahui jika obat tetes sariawan dan luka tersebut sedang ditarik dari pasaran. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo pun masih memberikan waktu penarikan obat tersebut oleh pihak produsen dan distributor.

Kepala BPOM Gorontalo, Sukriadi Darma, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya tidak sertamerta langsung menarik produk tersebut. Sesuai mekanisme, pihak produsen dan distributor harus melakukan penarikan sendiri terlebih dahulu sesuai perintah. “Kita akan mengawal itu.

Pekan kemarin sudah kita kawal bersama penarikannya. Pekan ini juga masih diberikan kesempatan untuk distributor dan produsen untuk menarik. Dan jika waktu yang diberikan masih beredar di pasaran, barulah kita melakukan tindakan untuk menarik produk untuk diamankan,” jelas Sukriadi, kemarin, Selasa (20/2).

Sukriadi pun mengatakan jika memang benar ada produk tersebut masih ditemukan di pasaran, hal itu karena para penjual belum mengetahui tentang informasi pembekuan izin edarnya.

“Ada pula yang tidak dijangkau oleh distributor. Kami memberikan edukasi kepada penjual agar meminta produk itu ditarik dan agar ada pengembalian dana (ganti rugi,red) dari distributor. Jika tidak diindahkan atau masih bandel untuk menjual.

Maka terpaksa kami yang akan turun tangan untuk melakukan penindakan dan itu tidak ada ganti ruginya,” tegas Sukriadi yang besok akan dipromosikan sebagai Kepala Balai Besar POM di Jakarta.

Sukriadi mengatakan, BPOM sudah menerbitkan surat pembekuan kepada PT Pharos Indonesia, produsen Albothyl.

Surat itu berisi rekomendasi kajian aspek keamanan pasca-pemasaran policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36 persen.

Surat itu menyatakan risiko penggunaan obat jenis ini lebih besar dari manfaatnya. Penjelasan itu sekaligus membenarkan bahwa BPOM memerintahkan penarikan Albothyl dan tiga merek obat lain yang sejenis dari peredarannya di pasaran.

“Poin-poinnya sudah diterangkan dalam surat dari BPOM RI. Bukan hanya Albothyl yang diminta untuk ditarik peredarannya, tetapi ada tiga obat dengan jenis yang sama diminta untuk menarik produknya yang telah beredar,” ucap Sukriadi.

Salah satu Apotik di Jalan Sultan Botutihe, Ipilo, Kota Timur, Kota Gorontalo, mengakui masih menjual obat tetes tersebut. “Kami belum mengetahui kalau sudah ada penarikan peredarannya, karena selama ini kami belum mendapatkan informasi terkait hal itu,” ujar penjaga apotek yang enggan disebutkan namanya.(ndi/tr-60)

(Visited 7 times, 1 visits today)

Komentar