Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Algifari Tangio, dari Lantai Jemuran Padi Menuju Lapangan Senayan

Oleh Berita Hargo , dalam Sepakbola , pada Minggu, 25 April 2021 | 08:05 Tag: ,
  Algifari Tangio

Hargo.co.id, GORONTALO – Senyum bangga tak bisa disembunyikan Algifari Tangio di tengah kilatan kamera para wartawan. Remaja berusia 16 tahun itu sedang diwawancarai perihal dirinya yang dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi Tim Nasional U16.

Algifari Tangio yang akrab disapa Nabil itu memang sengaja di undang oleh Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo dalam acara dialog khusus, di Rumah Makan Saung Telaga, Jumat (23/04/2021). Nabil berusaha melawan rasa gugup saat mengawali ceritanya, awal mula mengenal sepak bola.

“Sudah dari kecil main bola. Biasa main di tempat jemuran padi, di gilingan padi, di kampung,” ujarnya. 

Nabil memang tidak terlahir dari keluarga kaya, dia Anak petani di Desa Diloniyohu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. 

Sejak duduk dibangku sekolah dasar, Putra kedua dari dua bersaudara dari pasangan Farid Tangio dan Astin Abdul ini memang gemar bermain sepak bola, bersama bersama teman-teman sebaya di kampungnya.

“Sejak umur dua belas tahun. Iya, kelas lima SD,” kata Astin Abdul sedikit mengingat usia anaknya waktu itu. Wanita berusia 40 tahun tersebut terlihat sangat bahagia dengan prestasi anaknya.

Keinginan Nabil kecil direspon positif oleh Farid Tangio dan Astin Abdul. Mereka mengijinkan Nabil dengan mendaftar ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Boliyohuto, Sebuah sekolah yang didirikan para pemerhati sepak bola di wilayah itu.

Semangat dan ketekunan dalam berlatih berhasil membawa Nabil ke beberapa kompetisi sepak bola tingkat Nasional. Dirinya pernah beberapa kali merasakan lapangan hijau di Solo, Bandung dan Jakarta ketika menjadi utusan siswa sepak bola.

Memiliki tinggi badan 174 Sentimeter, Nabil dipercaya mengisi posisi sebagai Pemain Belakang (Defender).

Kini, Nabil tengah berlatih keras agar bisa lolos bergabung dengan Garuda Muda Indonesia. Dibawah bimbingan Fadli Luneto, pelatihnya, Nabil giat berlatih untuk menghadapi proses seleksi di lapangan Senayan, Jakarta.

Dengan bekal pengalaman dan latihan serta doa dari orang tuanya, Nabil yakin mampu berkompetisi dengan 40 lebih pemain dari seluruh Indonesia.

“Latihannya seminggu tiga kali. Puasa juga (berlatih. Saya juga sudah mendapat pengarahan dari pelatih Timnas, Indra Sjafri,” sambung Nabil yakin.

Nabil mengaku gembira sekaligus bangga ketika mengetahui namanya masuk dalam daftar yang dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi Tim Nasional U16.  Dalam hatinya, Nabil berjanji akan berjuang sungguh-sungguh. Kepercayaan ini tidak akan dia sia-siakan.

”Gembira (bisa mengikuti seleksi), bisa membawa nama daerah, bisa menambah keterampilan saya dalam bermain bola juga,” kata Nabil. 

Ada kebanggan tersendiri di hati siswa kelas tiga SMP tersebut. Di usia remaja, dia bisa ke Ibukota untuk mengharumkan nama daerahnya. (hiu/hargo)

(Visited 9 times, 1 visits today)

Komentar