Rabu, 28 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aliansi BEM SI Ajak Mahasiwa Bersatu Tolak UU Cipta Kerja

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 17 Oktober 2020 | 11:05 WITA Tag: ,
  Massa BEM Seluruh Indonesia melakukan aksi demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (16/10), menolak UU Cipta Kerja. Foto: Ricardo/JPNN.com


Hargo.co.id, JAKARTA – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali menggelar unjuk rasa alias demi tolak UU Cipta Kerja pada Selasa (20/10) nanti.

Dilansir dari JPNN.com, Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian mengatakan, aksi itu dilakukan kembali karena para mahasiswa gagal menyuarakan pencabutan UU Cipta Kerja kepada Presiden Joko Widodo secara langsung.

Pada unjuk rasa yang dilaksanakan Jumat (16/10) di kawasan Istana Merdeka, BEM SI hanya ditemui secara langsung oleh Aminudin Ma’ruf yang merupakan Staf Khusus Presiden Jokowi Bidang Hubungan Kelembagaan, Kepemudaan, Mahasiswa, dan Komunitas Pesantren.

BACA  Aksi Tolak Omnibus Law di Gorontalo Kembali Berakhir Ricuh

“Kembali yang menemui massa aksi bukan orang yang kami harapkan, melainkan Staf Khusus Milenial yang dirasa bukan representatif dari Presiden Republik Indonesia,” ujar Remy.

“Berdasarkan hal tersebut, aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan akan kembali turun aksi menyuarakan pencabutan atas UU Cipta Kerja,” sambung Remy.

BACA  PWI Desak Kapolri Idham Azis Usut Tuntas Oknum Pelanggar Kemerdekaan Pers

Terdapat empat poin tuntutan yang disampaikan saat unjuk rasa.

Pertama, mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perppu demi mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada Senin, 05 Oktober 2020.

Kedua, mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

“Ketiga, mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi,” ujar Remy.

BACA  Berubah Lagi, Draf Omnibus Law Kini jadi 812 Halaman

“Keempat, mengajak mahasiswa seluruh Indonesia bersatu untuk terus menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja dicabut dan dibatalkan,” sambung Remy.(mcr1/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “BEM Seluruh Indonesia Ajak Mahasiwa Bersatu Tolak UU Cipta Kerja“. pada edisi Sabtu, 17 Oktober 2020.

Komentar