Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



All England Terancam Tak Digelar Untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Bulutangkis , pada Rabu, 30 September 2020 | 08:05 WITA Tag:
  All England. Foto: allenglandbadminton


Hargo.co.id, BIRMINGHAM – Turnamen bulu tangkis tertua di dunia All England terancam tak digelar tahun depan.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Hal itu lantaran krisis finansial yang diderita Asosiasi Bulu Tangkis Inggris akibat pandemi COVID-19.

Kepala eksekutif bulu tangkis Inggris Adrian Christy mengatakan kebijakan pemerintah yang melarang kehadiran penonton pada setiap kejuaraan olahraga hingga enam bulan ke depan, bisa membuat asosiasinya merugi jika tetap memaksa menggelar All England tahun depan.

“Setelah pengumuman terbaru dari pemerintah, kami melihat adanya kemungkinan jika YONEX All England 2021 tidak dapat digelar untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II,” ujar Christy dalam laman resmi All England Badminton, Selasa.

Padahal menurutnya, All England merupakan salah satu ajang olahraga dengan jumlah penggemar yang luar biasa.

Kurang lebih 31.000 penonton setiap tahunnya bisa memenuhi National Indoor Arena, Birmingham.

Namun, situasi pandemi COVID-19 membuat penyelenggaraan All England 2019 harus digelar tanpa penonton. Praktis, penyelenggara harus kehilangan salah satu sumber pemasukan utama mereka.

Jika situasi COVID-19 belum mereda dan aturan larangan penonton masih berlaku hingga enam bulan ke depan, asosiasi bulu tangkis Inggris merasa tak sanggup jika harus kembali kehilangan pendapatan dari tiket pada kompetisi yang biasa diselenggarakan pada Maret itu.

“Kami telah mengalami kerugian pendapatan yang sangat besar. Kondisi ini membuat organisasi kami kesulitan.”

Dia pun meminta pemerintah untuk memberikan dukungan finansial sebesar 1 juta pound demi menyelamatkan turnamen All England dari pembatalan tahun depan.

“Prioritas utama adalah keberlanjutan bulu tangkis di Inggris, dan All England merupakan bagian utama dari perekomian kami,”

“Maka saya sekarang meminta pemerintah untuk memberikan dukungan finansial sebesar 1 juta pound untuk menyelematkan All England,” pungkasnya.

Apabila All England benar-benar batal digelar tahun depan, maka itu akan menjadi peristiwa bersejarah, menandai untuk pertama kalinya turnamen itu dibatalkan sejak Perang Dunia II.

All England yang sudah diadakan sejak 1899 itu pernah mengalami pembatalan dua kali saat Perang Dunia II. (antara/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “All England Terancam Tak Digelar Untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II“. Pada edisi Selasa, 29 September 2020.

Komentar