Kamis, 30 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Alm. David Bobihoe Dianugerahi Gelar Ta O’bubaya Lo’loOpo

Oleh Veronika Y. Ruung , dalam Gorontalo Indonesia 99 Kata , pada Kamis, 23 Juli 2020 | 00:05 WITA Tag: ,
  Rahmijati Jahja (kiri) saat menerima surat keputusan dari Dewan Adat terkait gelar adat yang dianugerahi terhadap suaminya, Alm. David Bobihoe, Rabu (22/07/2020) di kediamannya. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Sebagai putra daerah yang menyandang gelar adat Ta’Uwa Lo Lahuwa (Putra Terbaik Indonesia asal Gorontalo) Alm. David Bobihoe Akib, diberi gelar Ta O’bubaya Lo’loOpo. Pemberian Gerai ini atas musyawarah lembaga adat pemberian yang digelar pada Rabu (22/07/2020), di Rumah Adat, Limboto.

Informasi yang berhasil dihimpun, gelar adat Ta O’bubaya Lo’loOpo yang artinya Putra Indonesia Terbaik Asal Gorontalo yang mengabdikan dirinya di berbagai lini kegiatan. Selain itu, juga dikenal baik di daerah, nasional hingga internasional.

BACA  1.600 KPM di Bone Bolango Dapat Bantuan Bahan Pokok

Semula rapat ini digelar di kediaman almarhum. Namun karena hadirin sudah melebihi 50 orang, maka rapat dewan adat dipindahkan ke Rumah Adat, guna mematuhi protokol kesehatan. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Adat Gorontalo, Karim Pateda mengungkapkan bahwa ini bentuk penghormatan ataupun penghargaan atas hasil karya yang diberikan pada negeri oleh almarhum.

BACA  Temui Menkopolhukam, Gubernur Laporkan Kondisi Gorontalo

“Semasa hidupnya, almarhum juga sudah menyandang gelar adat Ta’Uwa Lo Lahuwayang artinya sebagai raja di suatu daerah,” ungkap Karim Pateda, Rabu (22/07/2020) di Rumah Adat Banthayo Poboide, Kecamatan Limboto,  Kabupaten Gorontalo.

BACA  Pak David Telah Pergi, Tetapi Dia Ada dan Terus Ada

Akhir pembicaraan, Karim Pateda menegaskan bahwa pemberian gelar ini, bukan permintaan dari pihak terkait. Namun, memang hasil dari kesepakatan bersama secara musyawarah oleh pemangku adat.

“Karena ini merupakan suatu kewajiban dari lipu atau daerah untuk memberikan penghargaan kepada almarhum atas apa yang telah diberikannya kepada negeri,” tegas Karim Pateda. (vyr/hg)


Komentar