Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ampera Sebut Negara Kikuk Berkomunikasi Dengan Umat Islam

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Saturday, 3 June 2017 | 08:10 AM Tags:
  

Hargo.co.id – Indonesia tengah menghadapi persoalan kebangsaan yang cukup rumit saat ini. Komunikasi lintas agama kerap kurang terjalin dengan baik. Kondisi ini tidak terlepas dari peranan negara yang terkesan kikuk berkomunikasi dengan umat Islam.

Persoalan ini menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FCD) yang diselenggarakan Angkatan Pemuda Pengawal Reformasi (Ampera) di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (2/6).

Menurut Koordinator Nasional AMPERA, A Jabidi Ritonga, persoalan kebangsaan sekarang ini adalah lemahnya komunikasi lintas agama, khususnya agama Islam yang merupakan penduduk mayoritas.

Saat ini, negara seolah kikuk berkomunikasi dengan umat Islam sendiri. Sehingga memerlukan sosok santri dan orang yang dilahirkan di lingkungan relegius dan pluralitas. “Hal itu ada pada diri Cak Imin. Cak Imin terbukti mampu mengatasi kebuntuan komunikasi dengan umat Islam dengen berbagai elemen di Indonesia,” sebut Jabidi.

Lebih jauh Jabidi mengungkapkan, Cak Imin merupakan pemimpin yang sudah mendalami dan memahami persoalan bangsa, pemimpin yang dalam sejarah perjalanan karirnya aktif menuntut dan mendorong perubahan bangsa.

Dia sosok aktivis kampus yang gigih memperjuangkan keadilan. Pengalamannya pada legislatif maupun eksekutif sudah terbukti mampu memgemban tugas serta selalu berpihak kepada rakyat.  “Cak Imin itu masih muda dan berpengalaman, sudah pernah menjabat di eksekuif maupun Legislatif,” imbuh Jabidi.

Diketahui, Cak Imin merupakan kader NU yang dididik langsung oleh Gus Dur (Presiden RI ke-4). Diyakini dia mampu mewarisi nilai-nilai dan visi yang dibawa oleh Gus Dur. “Kami akan meloby beliau agar berkenan mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden pada Pemilu 2019”, tandasnya. (hg/iil/JPG)

(Visited 590 times, 4 visits today)

Komentar