Rabu, 12 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Anak Organisasi Itu Keren

Oleh Berita Hargo , dalam Post , pada Selasa, 10 April 2018 | 22:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, Zetizen-GP- Zetizen Gorontalo pasti sudah pernah mendengar soal aktivis, atau bahkan menjadi aktivis itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, aktivis adalah mereka yang aktif berorganisasi. Tidak hanya itu, mereka pun tentunya menjadikan organisasi sebagai ladang untuk berekspresi dan memperkaya wawasan. Tidak heran jika banyak dari para aktivis ini mengalami perubahan yang cukup signifikan saat mulai berkecimpung dalam dunia organisasi. Seperti apa perubahan yang mereka rasakan? Lalu, bagaimana kerennya anak organisasi?
Yuk simak aktivis-aktivis Gorontalo berikut ini!


Vina Riana Idrus

Ketua PIK-R Cendana SMA N 3 Kota Gorontalo

Dulunya Cuek Sekarang Lebih Peduli
Sebelum aktif menjadi ketua PIK, saya termasuk orang yang tidak bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan, bahkan kadang melempar tugas tersebut kepada orang lain. Selain itu, saya juga orang yang berkepribadian cuek terhadap banyak hal. Namun setelah saya menjadi ketua PIK di PIK-R Cendana SMA N 3 Kota Gorontalo, saya belajar banyak mengenai tanggung jawab karena jabatan saya sebagai ketua yang memang mengharuskan saya untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan melaksanakannya dengan baik. Selain itu, setelah menjadi seorang aktivis saya juga merasa saya berubah menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar saya. Sangat jauh dari kata cuek yang dulunya cukup lekat dengan diri saya. Intinya, saya sangat bersyukur karena telah diberikan amanah menjabat sebagai ketua PIK selama dua tahun ini, yang sangat saya sadari telah mengubah kepribadian saya menjadi lebih baik. (ZT-11)

BACA  Program Jangan Sampai Gagal, Djafar: Nanti Dianggap PHP

 


Mahmud Suma

Ketua Dewan Racana Nani Wartabone Gugus Depan 05.335 Pangkalan UNG

BACA  Soal Budi Luhur, Internal Dinas Koperasi dan UMKM Beda Pendapat 

Dari Selalu Bertengkar Hingga Menjadi Aktivis
Dulu saya adalah seorang penakut dan manja sehingga sangat sulit untuk berkawan. Saya pun selalu bertengkar dengan teman-teman di sekitar saya, jarang sekali akur. Akan tetapi ketika saya masuk organisasi Pramuka pada saat masih duduk di bangku kelas 3 SD, mau tidak mau saya harus mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungan saya. Bahkan memaksa saya untuk keluar dari kebiasaan buruk yang sering saya lakukan. Perlahan, saya pun mulai bisa menempatkan diri dan terbiasa dengan lingkungan itu. Sejak saya menjadi seorang aktivis kepramukaan, saya merasakan perubahan yang sangat signifikan dalam diri saya. Pramuka melatih saya untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan mampu bertahan hidup di manapun saya berada. (ZT-11)

BACA  Soal Budi Luhur, Internal Dinas Koperasi dan UMKM Beda Pendapat 

 


Anisa Nento

Ketua OSIS SMA N 1 Marisa

Tidak Tahu ke Tahu
Tidak Bisa ke Bisawawasan saya bertambah setelah aktif berorganisasi. Selain itu, saya pun lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan banyak hal yang sebelumnya tidak saya tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa saya lakukan menjadi bisa saya lakukan secara mandiri. Dengan aktif berorganisasi juga saya merasakan betapa mental menjadi lebih kuat karena terlatih melalui hal-hal tak terduga yang saya rasakan. Saya pun lebih percaya diri daripada sebelumnya. (ZT-11/hargo)


Komentar