Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Andil Peternak Ayam Petelur Milenial di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial , pada Kamis, 14 Mei 2020 | 14:24 WITA Tag: , ,
  Peternak Ayam Petelur Rudiyanto


Hargo.co.id, GORONTALO – Keberlanjutan populasi peternak saat ini ditujukan pada peranan dari generasi milenial, salah satunya dalam sektor perunggasan. Dari ketekunan dan kreativitas dalam bekerja para milenial, diharapkan berdampak positif terhadap perkembangan usaha peternakan.

Contohnya Rudiyanto yang memilih terjun di bidang peternak. Ia menunjukan semangat kerja kerasnya dengan beternak ayam petelur di Desa Tabongo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Tetap bekerja di masa pandemi Covid-19, merupakan upaya dan bukti komitmen semangat generasi muda di bidang pertanian agar, tetap tersedianya panganan telur untuk dikonsumsi masyarakat. Apalagi saat ini kebutuhan konsumsi telur yang memiliki sumber protein menjadi prioritas utama masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

BACA  Hindari Masalah Hukum, Gubernur : Data Penerima Bansos Harus Dibenahi

“Jadi tetap di rumah saja demi memutus rantai penyebaran Covid-19, jangan keluyuran patuhi protokol kesehatan. Kami petani dan peternak saja yang bekerja agar tetap menghasilkan pangan buat dikonsumsi.” ungkap Rudiyanto.

Rudiyanto menuturkan, usaha ternak ayam petelur miliknya menggunakan sistem open house. “Kami berupaya maksimal untuk dapat berproduksi dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” Kata Rudiyanto.

BACA  Lion Air Group Kembali Rekrut Ribuan Karyawan yang Kena PHK

Apa yang dilakukan Rudiyanto ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaruan pembangunan pertanian. “Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman mereka,” ujar SYL.

BACA  Baksos NKRI Peduli, Cara Pemprov Tekan Angka Kemiskinan

Sebagai tindak lanjut dari arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan
Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan. “Mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu,kita harus lakukan regenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan. Karena petani milenial dan petani andalanlah sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian Indonesia.” ungkap Dedi. (Mg-01/adv)


Komentar