Minggu, 9 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Anggaran Digeser, Banggar DPRD Gorut Kecolongan

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Advertorial Headline Legislatif , pada Kamis, 2 Juli 2020 | 08:05 WITA Tag: , ,
  Wakil Ketua DPRD Gorut, Hamzah Sidik


Hargo.co.id, GORONTALO –  Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik, berang gara-gara anggaran penanggulangan Covid-19 tak sesuai yang ditetapkan oleh Banggar. Dirinya lantas menduga jika ada ‘penyelundupan’ anggaran, karena itu membuat Banggar kecolongan.

“Saya mempertanyakan anggaran untuk Penanggulangan Covid-19 yang digeser beberapa waktu lalu. Ada beberapa yang tidak sesuai yang telah ditetapkan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gorut,” tegas Hamzah Sidik pada rapat evaluasi penggunaan anggaran bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

BACA  Warga di Bantaran Sungai Bone akan Direlokasi

Menariknya lagi, apa yang ditanyakan Hamzah Sidik tak dapat dijawab oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang hadir dalam rapat evaluasi tersebut. Bahkan ketika diminta konfirmasi, dijawab oleh A dan ketika dikonfrontasi dengan OPD, jawabannya tidak konek.

Hamzah Sidik lantas menanyakan siapa-siapa saja di eksekutif yang main-main dengan anggaran. Sementara sudah ditetapkan oleh DPRD, namun digeser tanpa sepengetahuan dari Banggar.

“Ada ‘penyelundupan’ terhadap mata anggaran tanpa sepengetahuan dari Banggar. Perlu ada tindak lanjut agar memberikan contoh yang baik,” tegasnya.

BACA  Ini Respon DPRD Saat Gorut Jadi Binaan Kejaksaan

Hamzah Sidik lantas mencontohkan, untuk anggaran BPBD. Menurutnya, ada perbedaan angka antara yang ditetapkan oleh Banggar dengan yang ada saat ini yakni sekitar Rp 819 juta. Sementara dokumen usulan yang ditetapkan oleh Banggar hanya Rp 364 juta.

“Berarti ada kurang lebih penambahan Rp 500 juta. Ambil dari mana uang Rp 500 juta itu?. Kok jadi Rp 819 juta?,” tanya Hamzah Sidik.

BACA  Jalan di Tiga Desa di Tolangohula Mulai Dipercantik

Dirinya menambahkan bahwa ini bukan tentang nilai rupiah yang ada. Namun proses dalam pergeseran anggaran itu yang patut dipertanyakan.

“Kami di Banggar tidak dianggap. Apa kami yang 12 orang di Banggar ini hanya dianggap batang atau apa. Coba jawab siapa yang main di sini? Kenapa semua pada diam tidak menjawab, ada apa,” tanya Hamzah Sidik.

Melihat kenyataan yang ada, Banggar berjanji akan membahas tersendiri dan akan diseriusi masalah ini. (abk/adv/hg)


Komentar