Rabu, 16 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Anggaran Kereta Api Trans Sulawesi Tersendat

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:45 WITA Tag: ,
  JALUR REL KERETA API. FOTO: ASEP/RAKYATSULSEL


Hargo.co.id, MAKASSAR– Progres proyek kereta api trans Sulawesi jalan ditempat. Sementara, pemerintah daerah telah menyiapkan segalanya. Namun, permasalahan yang utama ada pada kewenangan pemerintah pusat yang hingga kini belum jelas terkait anggarannya.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mamg, mengungkapkan, permasalahan proyek ini terletak pada anggaran yang bersumber dari APBN.“Uangnya tidak ada. Coba tanya saja kesana. Uangnya mana? Kami sudah patok semua (lahan), sampai sekarang belum dibayar. Harusnya uangnya dulu, kalau ada pasti akan jalan,” kata Agus.

Ia juga membantah proyek tersebut terhambat masalah lahan. Menurutnya, masalah lahan sejak awal sudah dilakukan persiapan, sesuai rencana yaitu jalur Barru-Parepare. Namun, tiba-tiba ada perubahan pengerjaan dilakukan dari Barru menuju Makassar.

“Bukan masalah itu. Lahannya dari Barru – Parepare sudah selesai kami siapkan. Tetapi ada keinginan untuk dibalik, pengerjaan dari Barru ke Makassar. Kalau saya, diselesaikan saja dulu yang sesuai rencana itu. Harusnya uangnya itu dibayar saja dulu. Setelah itu, baru kita bicara Barru – Makassar. Problemnya kan disitu,” terangnya.

BACA  Gelar Konsolidasi, Partai Emas Segera Mendaftar di Kemenkumham

Sebelumnya, Agus mengakui untuk tahun ini terjadi perubahan pengerjaan, karena anggaran yang cukup besar membangun terowongan sehingga berpindah dulu pengerjaannya.“Tahun ini, Pangkep – Maros dan sebagian Makassar akan mulai dibebaskan. Tadinya Barru – Parepare, tapi karena anggaran membuat terowongan besar sehingga ditarik dulu,” ungkapnya.

Hal itu berbanding terbalik dengan pengakuan Presiden Jokowi, yang mengaku terus memberikan perhatian khusus pada proyek pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi. Jokowi juga tetap mengakui proyek tersebut telah tiga kali digroundbreaking, namun justru sampai sekarang belum menunjukkan kemajuan alias jalan ditempat.

BACA  Kapolri Minta Polda Jajaran Segera Bentuk Kampung Tangguh Narkoba

Diketahui, progres proyek Kereta Api Trans Sulawesi saat ini telah masuk pada pembahasan tahap III, yakni sepanjang 112 kilometer, jalur penghubung antar Kabupaten Barru hingga Maros. Pada tahap ini, Pemprov Sulsel melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2) Sulsel sedang mengkaji dan menetapkan identifikasi awal guna menetapkan jalur untuk pembebasan lahan selanjutnya.

Pada tahap III ini pula, Surat Keputusan (SK) rencana penetapan lahan telah dikeluarkan dan akan mulai dihitung. Namun, pemerintah juga tidak harus melupakan tahap II yang hingga saat ini masih dalam tahap negosiasi akibat proses pembebasan lahan yang belum selesai.

BACA  Pengamat Politik Sebut Ada 3 Kelompok Akan Bertarung di Pilpres 2024

Olehnya itu, anggaran tahun ini sebesar Rp 1,2 triliun akan terfokus pada pembebasan lahan. Anggaran tersebut merupakan anggaran tambahan yang awalnya hanya Rp 500 miliar.

Meski dengan anggaran terbatas, pembangunan bagian-bagian pendukung seperti rel kereta api, tiga jembatan, dan jalan layang sudah selesai, serta beberapa diantaranya sudah rampung. Kecuali terowongan yang baru akan dikerjakan 2018 mendatang.

Selain pembebasan lahan, ada beberapa kendala teknis yang juga menghambat progres pembangunan kereta api ini. Diantaranya, akibat dari perubahan jalur yang akan dibuatkan terowongan menembus gunung, dimana membutuhkan anggaran besar untuk mencapainya.

Selain proyek kereta api, Pemprov Sulsel juga mengharapkan perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur lainnya, seperti proyek bendungan dan jalan di Sulsel. (hargo/asl)


Komentar