Rabu, 5 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Angka Kematian Ibu di Gorontalo Utara Masih Tinggi 

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Rabu, 14 April 2021 | 02:05 WITA Tag:
  Ilustrasi. Angka kematian ibu di Gorontalo masih tinggi


Hargo.co.id, GORONTALO – Kabar tak sedap muncul dari Dinas kesehatan Gorontalo Utara. Yakni, Angka Kematian Ibu (AKI) di daerah ini cukup tinggi, dan bahkan lebih tinggi yang ditetapkan secara nasional.

Ini diungkapkan Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, melalui Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Maya Oktaviani Rahmola. Menurutnya, pada 2022 nanti, Gorontalo Utara mendapat 2 lokus yakni stunting dan AKI. 

“Yang pertama untuk stunting di Gorontalo Utara cukup tinggi, namun masih di bawah angka nasional. Terakhir 20 persen itu, datanya by name by address. Untuk AKI itu tertinggi dan menduduki peringkat pertama di Gorontalo,” kata Maya Oktaviani Rahmola saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/04/2021).

Lebih lanjut dikatakan oleh Maya Oktaviani Rahmola, bahwa angka kematian ibu hanya 13. Akan tetapi ketika dirumuskan ke dalam AKI akan menjadi 668/100 ribu kelahiran hidup. 

“Ini merupakan angka yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari AKI tingkat nasional yang hanya 112/100 ribu kelahiran,” ujarnya.

Pada 2020, ada 13 kasus angka kematian ibu, dan untuk 2021 ini data terakhir 31 Maret sudah terjadi 5 kasus angka kematian ibu. 

“Dari 5 kasus AKI tersebut tersebar di 4 Puskesmas, yakni Puskesmas Tolinggula, Sumalata, 2 di Puskesmas Dambalo dan 1 Puskesmas Molingkapoto,” papar Maya Oktaviani Rahmola.

Menurut Maya Oktaviani Rahmola, terlihat sangat sedikit. Namun tidak dapat dibayangkan ketika 1 keluarga kehilangan seorang ibu. 

“Seorang ibu dapat memiliki banyak peran, dapat menjadi seorang ayah, seorang kakak, seorang teman maupun lainnya yang dibutuhkan,” tegasnya.

Selain itu juga, kondisi pandemi saat ini juga banyak mempengaruhi para ibu hamil yang takut datang melahirkan di rumah sakit, ada yang ingin cepat pulang dan bahkan ada yang pulang paksa. (abk/adv/hargo)

BACA  Zakat Fitrah Dinilai Dapat Bantu Mengentaskan Kemiskinan

Komentar