Senin, 18 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Anindya Putri Ajak Mahasiswa UI Medsoskan Wonderful Indonesia

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Kamis, 20 April 2017 | 09:51 WITA Tag: , ,
  


Don Kardono setuju 1000% dengan Anin, untuk membuat Wonderful Indonesia dikenal dan menjadi top of mind, harus dipromosikan.
Channel promosi yang paling efektif saat ini, media digital. Cara yang paling murah dan mudah menguasai content digital, adalah melibatkan semua pihak untuk promosi gratis di Media Sosial.
Tahun pertama 2015, menurut Don, 80% promosi Winderful Indonesia diarahkan ke branding. Memperkenalkan produk destinasi Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
“Anda ke mana saja, melihat media apa saja, pasti ketemu Wonderful Indonesia!” jelas Don, sambil menunjukkan dokumen dan liputan media di London, Paris, New York, Berlin, Amsterdam, Tokyo, China, Singapore, KL, dan lainnya.
Semua media digital yang menjadi trend setter dunia juga selalu bertemu dengan Wonderful Indonesia.
“Dari Google, Youtube, TripAdvisor, Baidu, Ctrip, dan lainnya selalu berjumpa dengan national branding Indonesia! Mengapa harus menguasai digital? Sekarang orang search, share, book, sampai payment sudah melalui smart phone, sangat digital!” kata Don Kardono.
Tema seminar yang dimoderatori Izzaty Zephaniah itu sendiri sebenarnya adalah “The Art of Storytelling: Escalating Indonesia’s Tourism to The Next Level.” Don mencontohkan bagaimana New Zealand mendongkrak pariwisatanya melalui The Hobbit Village dengan cerita The Lord of The Rings. Lalu Belgia dengan patung Manneken Piss, Inggris dengan Stonehenge.
Phiphi Island Thailand dengan James Bond 2011. Petronas Twins Tower KL Malaysia dengan Tom Cruis Mission Impossible 2013.
Korea Selatan dengan drama Sonata Winter 2009. “Kita punya success story di Belitung, dengan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang booming saat difilmkan,” jelas Don Kardono.
Terakhir, film Ada Apa Dengan Cinta (AADC-2), yang mempopulerkan destinasi baru di Gunung Kidul Jogjakarta. Semua karena kekuatan storyline. “Kunjungan Raja Salman Arab, belum lama, itu juga membangun story baru bagi travellers Arab Saudi, dan sekarang sedang kita promosikan di Arab, dengan tema Napak Tilas Raja Salman di Jakarta, Bogor, Bali dan sekitarnya,” kata Don Kardono.
Nara sumber lain yang tampil adalah Benny S ButarButar, VP Corporate Communication  PT Garuda Indonesia. Dia menyebutkan maskapai penerbangan full service ini akan support pariwisata Indonesia, karena pariwisata sudah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai core economy bangsa dan leading sector.
Industri penerbangan, kata dia, tidak bisa berdiri sendiri. Daerah yang punya destinasi juga harus menggelar banyak atraksi dan kegiatan untuk pariwisata. Sehingga ada keinginan orang untuk berwisata.
Sesi kedua, seminar itu menampilkan Marianne Admardatine, Ogilvy Public Relations Indonesia, Edwin Pieroelie, Klirkom Public Relations, Laura Kemp, Australian Embassy Jakarta.(Hg)
BACA  Alat Terapi Oksigen Dinilai Efektif Bantu Penanganan Pasien Covid-19 

Laman: 1 2


Komentar