Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Antara Deddy Mizwar, Kang Emil dan Dedy Mulyadi, Siapa yang Mulus?

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 9 September 2017 | 03:00 Tag: ,
  Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (Maldiansyah/Pasundan Ekspres/JawaPos.com)

Hargo.co.id – Kaderisasi partai politik (parpol) memasuki fase kegagalan. Demi memenangkan kontestasi politik mereka memilih figur non-kader untuk bertarung.

“Koalisi Partai Gerindra-PKS yang mengusung pasangan Deddy Mizwar – Ahmad Syaikhu (Demiz) di Pilgub Jabar 2018. Demiz bukanlah kader parpol melainkan aktor kawakan tanah air yang terjun ke dunia politik dan kini duduk sebagai wagub Jabar,” ujar Ketua Relawan Sundantara Kurnia Afarizy wartawan, Jumat (8/9).

Menurutnya fenomena ini tidak hanya terjadi di Jawa Barat saja. Sebelumnya juga pernah terjadi seperti di Pilkada DKI Jakarta. Ketika itu Partai Demokrat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), seorang prajurit TNI aktif yang “dipaksa” untuk meninggalkan karier demi nafsu politik. Akan tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar saat hadir di Rakerna PAN beberapa waktu lalu.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar saat hadir di Rakerna PAN beberapa waktu lalu. (Charlie/Indopos/JawaPos.com)

Begitu juga PDIP yang mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ketika itu berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. Padahal Ahok adalah orang yang sudah “mengharamkan” berpartai. Buktinya dia keluar dari Partai Gerindra yang mengusung dia ketika terjun di Pilkada 2012 lalu. Akibatnya hasil yang didapatkan, Ahok pun tumbang.

Kembali ke Pilgub Jabar, menurut Kurnia, diusungnya Deddy Mizwar – Ahmad Syaikhu (Demiz) juga membuktikan kaderisasi di PKS dan Partai Gerindra juga gagal. Pasangan ini terpaksa diusung karena tidak ada partainya yang memiliki popularitas dan eletabilitas yang tinggi. Minimal setara Demiz. “Menggaet artis seperti Demiz merupakan cara instan Partai berlambang kepala Burung Garuda demi memenangkan pilgub Jabar,” katanya.

Belajar dari sikap Ahok kepada Partai, dia menilai Gerindra tidak mau jatuh kedua kalinya dalam jurang yang sama. “Tidak mau kecolongan seperti Ahok yang susah diatur, partai besutan Prabowo Subianto mendesak agar Demiz mau jadi kader dan tunduk terhadap segala keputusan partai Gerindra,” ucapnya.

Selain Dedy Mizwar, Ridwan Kamil (RK). Wali kota Bandung ini memang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Tetapi tidak ada jaminan Emil–begitu Ridwan Kamil disapa mendapatkan tiket dari parpol untuk diusung di Pilgub Jabar.

“RK yang notabene bukan kader parpol boleh saja memegang prinsip bahwa dirinya tidak mau menjadi “petugas partai” mana pun. Namun prinsip RK ini ternyata membuatnya mati langkah,” ujarnya.

Bermodalkan dukungan Partai Nasdem yang hanya mempunyai 5 kursi di DPRD Jabar tentu membuat RK harus berkoalisi dengan parpol lain. Karena dalam aturan KPU, syarat calon yang akan maju dalam pilgub Jabar harus mempunyai 20 persen kursi di DPRD Jabar atau 25 persen suara parpol atau gabungan parpol. “PDIP, Golkar, Gerindra dan PKS sudah tutup pintu alias menolak sosok Emil,” sambungnya.

Di sisi lain, dari rilis beberapa lembaga survei saat ini di Pilgub Jabar terdapat tiga besar kandidat yang berpeluang maju sebagai cagub Jabar. Mereka yaitu, Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. “Dari ketiga kandidat itu hanya Dedi Mulyadi (Kang Dedi) lah yang merupakan kader parpol yakni Partai Golkar,” katanya.

“Apabila dilihat latarbelakangnya, Kang Dedi mempunyai pengalaman yang mumpuni di bidang pemerintahan. Kang Dedi merupakan Bupati Purwakarta yang dilantik pertama kali pada tanggal 13 maret 2008,” katanya.

Masyarakat Purwakarta kembali memilih Dedi Mulyadi sebagai Bupati yang berpasangan dengan Dadan Koswara untuk periode 2013-2018. “Sebelum terpilih menjadi Bupati, Kang Dedi diberi amanah jabatan sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dan menjadi Wakil Bupati Purwakarta pada periode 2003-2008 bersama Lily Hambali Hasan,” ujarnya.

Dengan demikian siapa yang paling mulus langkahnya menunju awal pertarungan di Pilkada Jabar 2018?

(iil/JPC/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar