Kamis, 29 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Antisipasi Kelompok Radikal 32 Personel Brimob Dikirim ke Perbatasan

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 21 Juli 2017 | 09:40 Tag: , ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Mengantisipasi munculnya kelompok radikal di Gorontalo. Sebanyak 32 orang personel Brimob Polda Gorontalo dikirim ke wilayah perbatasan Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (20/7).

Pantauan Gorontalo Post, personel yang diturunkan untuk melakukan Operasi Anti Radikalisme di dua wilayah yakni Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara dan Kecamatan Taludaa, Kabupaten Bone Bolango itu akan ditugaskan menjaga perbatasan sekaligus untuk mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya dari kelompok – kelompok mengancam keutuhan NKRI.

Namun giat operasi yang dimulai pada Kamis,(20/07) itu, bukan hanya untuk mengantisipasi kelompok anti Pancasila dan radikalisme, akan tetapi untuk menjaga wilayah Gorontalo dari masuknya barang – barang terlarang seperti narkoba, Miras hingga senjata tajam (Sajam) serta hal-hal berbahaya lainnya.

Selain itu, Giat operasi kali ini, bukan hanya terfokus menjaga perbatasan saja, melainkan untuk melakukan kegiatan sosialisasi dan penguatan terhadap masyarakat agar tidak menjadi bagian kelompok anti Pancasila.

Kepala Satuan Brimob Polda Gorontalo Kombes Kamarudin,M.Si mengatakan, kegiatan oprasi kali ini adalah salah satu bentuk sikap Kepolisian untuk menjaga keutuhan NKRI dari ancaman kelompok Anti Pancasila dan Radikalisme.

Ditambahkan pula, operasi kali ini Kesatuan Brimob Polda Gorontalo menerjunkan satu peleton plus dengan membagi personil menjadi dua regu dan disebar di dua wilayah perbatasan. Anggota pula sudah diberikan pelatihan – pelatihan khusus sebelum diterjunkan langsung ke lapangan.

“Operasi ini akan berlangsung selama dua minggu di wilayah perbatasan Gorontalo-Sulut, dengan tujuan agar dapat menjaga dan mengantisipasi masuknya paham yang bisa mengancam keutuhan NKRI, sehingga Gorontalo bisa menjadi provinsi yang aman dari ancaman Paham Anti Pancasila dan Radikalisme.

Meski demikian, kami tetap mengedepankan keselamatan setiap anggota yang bertugas, mengingat operasi kali ini sangat beresiko. Anggota pula telah kami lengkapi dengan helm kevlar, persenjataan lengkap dan lain sebagainya,” ungkap Kamarudin setelah mengecek persiapan anggota yang diturunkan kemarin. (TR-56/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar