Selasa, 7 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Antisipasi Krisis Pangan, Warga Bone Bolango Diminta Manfaatkan Pekarangan

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Kab. Bone Bolango , pada Selasa, 5 Mei 2020 | 16:05 WITA Tag:
  Sekretaris Daerah Bone Bolango, Ishak Ntoma


Hargo.co.id, GORONTALO – Guna mengantisipasi terjadinya krisis pangan ditengah pandemik wabah Covid-19, pemerintah Bone Bolango, mulai fokus mendorong sekaligus meminta kepada warga masyarakat di wilayahnya untuk memanfaatkan lahan pekarangan.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ishak Ntoma pada Ahad (03/05/2020), sebagaimana ketersediaan pangan merupakan prioritas dan krusial guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehari hari.

Dikesempatan ini Ishak Ntoma menjelaskan, bahwa hal itu patut dilakukan warga seiring dengan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Provinsi Gorontalo, guna menjaga ketersediaan pangan di masyarakat.

BACA  Djafar Ismail Minta Agar Agenda dan Tupoksi Dimaksimalkan

“Memang sejauh ini pasokan pangan di Bone Bolango masih aman, namun demikian Pemda tetap menganjurkan dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan di rumah masing-masing menjadi lahan bercocok tanam, sebagai solusi sumber pangan bagi keluarga, untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi krisis pangan di tengah pandemik wabah Covid-19 saat ini,” jelas Ishak Ntoma.

BACA  Sebanyak 158 Karyawan Hotel Dapat Bantuan dari Pemprov

Lebih lanjut Ishak Ntoma mengungkapkan, bahwa pihaknya juga sudah meminta warga mulai dari sekarang untuk tidak membiarkan lahan pekarangan mereka tidur. Dianjurkan harus ditanami tanaman apapun agar 2-3 bulan kedepan bisa dipanen, dan hal itu akan mengatasi krisis pangan, dikarenakan kalau sudah krisis pangan pasti akan kesulitan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang memiliki lahan pekarangan maupun kebun, jangan biarkan lahan itu terlantar. Lahan-lahan tidur tersebut harus diolah, untuk ditanami tanaman jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian, sayur-sayuran, hortikultura, cabai, tomat, dan lain sebagainya,” ungkap Ishak Ntoma.

BACA  Kasus Stunting di Bone Bolango Tinggi, Ini Permintaan Sekda

Ditambahkannya, dengan begitu harapan dalam waktu 2-3 bulan ke depan, warga sudah ada stok ketersediaan pangan ketika terjadi gejolak rawan pangan di daerah. Paling tidak, di Bonebol sendiri sudah punya bahan baku pangan yang sudah tersedia dari panen tersebut. (zul/adv/hg)


Komentar