Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Antisipasi Penolakan TKA di Gorut, Forkopimda Segera Bentuk Tim Sosialisasi

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo Headline , pada Selasa, 14 Juli 2020 | 22:05 WITA Tag: ,
  Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim (tengah), Kapolda Gorontalo Irjend Pol Adnas (kiri) dan Wabup Gorut Thariq Modanggu (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi persiapan kedatangan TKA di aula Kantor Bupati Gorut, Selasa (14/07/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Gorontalo dalam rangka pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut) I di Gorontalo Utara (Gorut) dipastikan akan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Guna mengantisipasi hal itu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo dan Gorut, akan membentuk tim sosialisasi terkait kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk

“Kita akan membentuk tim yang akan bertugas sosialisasikan dan memberi edukasi kepada masyarakat terkait kedatangan TKA . Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim setelah mendengarkan masukan dari seluruh pimpinan Forkopimda pada rapat koordinasi persiapan kedatangan TKA di aula Kantor Bupati Gorut, Selasa (14/07/2020).

BACA  Gubernur Gorontalo Lantik Dua Widyaiswara Ahli Utama

Tim sosialisasi terdiri dari seluruh instansi terkait, PLN serta PT. Gorontalo Listrik Perdana (GLP) selaku pengembang PLTU Sulbagut I. Direncanakan sebanyak 300 TKA dan 600 tenaga kerja lokal akan didatangkan oleh PT. GLP untuk memacu pembangunan pembangkit yang berlokasi di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, dengan kapasitas 2 x 50 megawatt itu.

BACA  Wagub Ajak Warga Bumingkan Alquran di Gorontalo

“Paling lambat besok tim ini sudah terbentuk dan segera melakukan tugasnya mengingat ada dua hal penting yang berhubungan dengan kedatangan TKA ini, yaitu pencegahan penularan Covid-19 dan keberlanjutan pasokan listrik,” tambah Idris Rahim.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol Adnas. Menurutnya kedatangan TKA sudah pasti akan mendatangkan pro kontra dari masyarakat. Untuknya, sosialisasi, komunikasi dan edukasi dari semua pihak harus terus dilakukan. Ia mencontohkan, jangan sampai kejadian seperti di Provinsi Sulawesi Tenggara terjadi di Gorontalo.

BACA  BPJS Ketenagakerjaan Semarakkan Perayaan Harpelnas 2020

“Saat ini kondisi Gorontalo sangat aman. Kita masuk di provinsi teraman se Indonesia. Untuknya jangan sampai, kedatangan TKA membuat kondisi Gorontalo jadi tidak aman, karena meresahkan masyarakat. Evaluasi dan monitoring dalam hal sosialisasi kepada masyarakat, harus dilakukan terus menerus,” tandas Kapolda. (adv/rwf/hg)


Komentar