Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Antusias, Industri Pariwisata Lombok Langsung Registrasi ITX

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 2 Desember 2016 | 11:20 Tag: ,
  

Masih ada banyak pertanyaan-pertanyaan teknis yang semuanya memberikan pencerahan bagi para industri pariwisata. “Kami sudah sepakat untuk gabung ITX. INi program yang sangat bagus. Kami semakin yakin, karena Go Digital ini memang didorong oleh Kemenpar RI.

Kadisbudpar Prov NTB Lalu M Faozal menyampaikan sambutan pembukaan di awal pertemuan. Menurutnya, tahun 2017 dia semakin yakin dengan target wisatawan yang mendarat ke Lombok sampai 4 juta orang (wisnus-wisman).

“ITX ini mudah-mudahan bisa membantu untuk mendapatkan inbound sebanyak-banyaknya,” kata Faozal.

Suasana semangat dan antusias itu juga ditegaskan oleh H Lalu Abdul Hadi Faisal, Ketua PHRI NTB dan Ketua ASITA NTB Dewantoro Umbu yang mengikuti acara hari pertama sampai usai. “Kami meyakini, digitalisasi industri pariwisata ini akan membawa pariwisata di NTB semakin melompat lebih jauh. Sejak Pak Menpar Arief Yahya ke Hotel D’Praya Lombok dulu, sudah mulai banyak perubahan.

Suasana di industri sangat terasa. Jumlah wisman juga naik, terutama dari Malaysia,” kata Lalu Abdul Hadi Faisal yang mengenakan baju putih berlogo Wonderful Indonesia dan PHRI itu.

“Kami sangat menyadari, bahwa online travel dan menggunakan digital itu tidak bisa dihindari. Kami ini termasuk generasi tua yang awam dengan teknologi. Tetapi kami dukung terus, kami juga harus berubah, karena pasarnya terus berubah menuju digital. Kalau tidak, kamipun akan ketinggalan dengan perkembangan,” ujar Ketua ASITA NTB Dewantoro Umbu.

Program Go Digital adalah salah satu andalan Menpar Arief Yahya untuk menuju target 20 juta wisman di tahun 2019. Target yang dibebankan Presiden Joko Widodo itu bukan angka yang kecil, jika berangkat dari 9,3 juta di 2014.

“Hasil yang luar biasa, hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa! Hanya dengan cara digital kita bisa melompat lebih dari 100 persen itu,” ungkap Arief Yahya. (Hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar