Friday, 6 August 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



APBD 2020 Diubah Tanpa Sepengetahuan DPRD Gorontalo Utara

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Legislatif , pada Saturday, 19 June 2021 | 10:05 AM Tags: , ,
  Kepala Badan Keuangan Daerah, Husin Halidi saat diminta keterangan terkait perubahan APBD 2020 tanpa sepengetahuan DPRD. (Foto: Alosius M. Budiman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Perubahan APBD 2020 Gorontalo Utara (Gorut) menjadi materi Panitia Hak Angket. Pasalnya, perubahan itu tanpa diketahui dan persetujuan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gorontalo Utara.

“Kami hafal betul, kami tahu betul anggaran yang telah ketuk, dan terhadap perubahan anggaran Rp 750 juta untuk pengadaan mobil dinas dari saudara sekretaris daerah itu tidak diubah,” ungkap Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik.

Hal serupa dikatakan Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran yang mana menurutnya pembahasan yang dilakukan, pihaknya sama sekali tidak mengubah anggaran tersebut. 

“Namun kenapa setelah penyelarasan yang dilakukan dan kembali, justru kami kaget ada terjadi perubahan,” kata Roni Imran.

Menimpali hal tersebut, Hamzah Sidik menegaskan bahwa siapa yang bertanggung jawab atas perubahan tersebut? Kenapa pihaknya tidak diberitahukan jika terjadi perubahan? 

“Kenapa anggaran mobil bisa berubah menjadi tanah, anggaran Pendampingan Ceria dari Rp 2,8 Miliar berkurang menjadi Rp 500 juta,” cecar Hamzah Sidik.

Pertanyaan tersebut disampaikan pada saat permintaan keterangan dari Kepala Badan Keuangan Daerah, Husin Halidi. Yang sangat disesalkan oleh DPRD sebagaimana yang disampaikan oleh Panitia Hak Angket, pemerintah daerah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak menyampaikan kepada pihak Banggar DPRD. Justru seenaknya mengubah sendiri tanpa menyampaikan terlebih dulu. 

Padahal apa yang telah ditetapkan tersebut merupakan hasil pembahasan bersama dan telah disepakati. Bahkan Roni Imran menegaskan untuk pembebasan lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki (ZUS) bukan merupakan persoalan yang krusial. 

“Lahannya sangat luas, bahkan sekarang ini ada pembangunan rumah susun untuk paramedis, masih tersisa luas juga lahan yang ada. Sehingga kami pikir ini bukan sesuatu yang krusial,” kuncinya. (abk/adv/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar