Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



APBD Perubahan 2020, Pemprov Prioritaskan Penanganan Covid-19

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 25 Agustus 2020 | 16:05 WITA Tag: , ,
  Wagub Gorontalo Idris Rahim (Kiri) saat menyerahkan Ranperda APBD Perubahan kepada ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf, Senin (24/8/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Anggaran penanganan Covid-19 menjadi prioritas Pemprov Gorontalo pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020 Pemprov Gorontalo.

Ini sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo dalam rangka pembicaraan tingkat I terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2020, Senin (24/8/2020).

BACA  Ahli Waris Lahan Bekas HGU Temui Wagub

“Prioritas penggunaan dana APBD Perubahan tahun anggaran 2020 untuk adaptasi kebiasaan baru, produktif dan aman Covid-19, serta menggalakkan protokol kesehatan berupa penggunaan masker, cuci tangan, jaga jarak, dan menghindari kerumunan,” kata Wagub Idris Rahim.

Selain sektor kesehatan, Idris menuturkan, penggunaan dana APBD-P 2020 juga akan dimanfaatkan untuk pemulihan perekonomian dan optimalisasi Jaring Pengaman Sosial, kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan, serta pembinaan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

BACA  Kabar Corona Hari Ini, Gorontalo Nihil Penambahan

Lebih lanjut Idris menambahkan, perubahan dasar pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah berdasarkan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA- PPAS) APBD-P Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2020. Dalam nota kesepakatan yang telah ditandatangani oleh Gubernur Rusli Habibie dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo beberapa waktu lalu, terjadi defisit anggaran di mana pendapatan berjumlah Rp1,79 triliun dan belanja sebesar RpRp1,84 triliun.

BACA  Liga Sepakbola Harus Mematuhi Protokol Kesehatan dan Status Zona Lokasi

“Terjadi defisit, tetapi bisa ditutupi dengan silfa tahun anggaran 2019 berjumlah Rp62,73 miliar,” tandas Idris.(adv/rwf/hg)


Komentar