Jumat, 22 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Apindo: Tambahan Cuti Bersama Lebaran Ganggu Kegiatan Usaha

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Kamis, 19 April 2018 | 23:00 WITA Tag: , , ,
  


Jakarta, Hargo.co.id — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyesalkan keputusan pemerintah menambah cuti bersama dalam rangka Lebaran 2018. Pasalnya, hal itu akan mengganggu produktivitas dunia usaha.

Pemerintah sebelumnya mengumumkan penambahan cuti bersama tiga hari, yakni pada 11, 12, dan 20 Juni 2018. Dengan hari raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 15 dan 16 Juni 2018, libur lebaran tahun ini akan berlangsung mulai tanggal 11 hingga 20 Juni 2018 dari sebelumnya 13 hingga 19 Juni 2018.

“Cuti bersama ini kan bukan libur nasional tetapi itu dilakukan bersama-sama. Otomatis seluruh kegiatan usaha akan terganggu. Misalnya, pabrik yang ingin produksi akan bermasalah dengan pasokan dan pengiriman logistik,” ujar Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani kepada CNNIndonesia, Rabu (18/4).

BACA  Libur Panjang Kerap Picu Kenaikan Kasus Covid-19

Haryadi mengaku belum diajak berdiskusi dengan pemerintah terkait penetapan cuti bersama tersebut. Padahal, cuti bersama tidak hanya mempengaruhi waktu libur Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga pegawai swasta.

Biasanya, sejak awal tahun, pelaku usaha telah mengatur strategi dalam menghadapi libur lebaran dengan mengacu kepada keputusan cuti bersama yang diterbitkan tahun lalu. Dengan perubahan ketentuan, perusahaan harus kembali mengatur alur kegiatan produksi dan distribusi pada periode lebaran.

BACA  Libur Panjang Kerap Picu Kenaikan Kasus Covid-19

Selain itu, Hariyadi juga mengingatkan cuti bersama di sebagian besar perusahaan swasta memotong cuti tahunan karyawan.

“Kalau yang cutinya sudah habis, kan repot lagi,” ujarnya.

Hariyadi juga pesimis penambahan hari cuti bersama bakal berdampak positif pada roda perekonomian daerah. Pasalnya, penambahan hari cuti tidak diikuti dengan penambahan penghasilan.

“Pendapatan masyarakat kan terbatas. Belanja tetap akan segitu saja,” ujarnya.

Menurut Hariyadi, pemerintah seharusnya tidak perlu menambah cuti bersama apalagi karena ingin mengurai kemacetan pada arus mudik dan balik.

BACA  Libur Panjang Kerap Picu Kenaikan Kasus Covid-19

“Percaya deh, dibikin libur 10 hari, tetap saja di akhir-akhir akan (kendaraan) membludak juga,” ujarnya.

Dalam wawancara terpisah, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Herry Sudarmanto menilai penambahan hari cuti bersama akan berdampak positif pada kinerja pegawai.

Dengan masa libur lebaran yang lebih panjang, pemudik bisa mengatur waktu mudik dan kembali ke Jakarta dengan lebih leluasa dan bisa menghindari kemacetan yang parah.

“Waktu dia (pegawai) kembali ke tempat kerja, dia jadi segar,” ujar Herry. (agi/hg)


Komentar