Senin, 23 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aplikasi Barcode untuk Awasi Obat dan Makanan

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 23 November 2017 | 09:40 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Masyarakat akan semakin mudah mendeteksi keamanan makanan maupun obat-obatan. Cukup dengan men-scan barcode (nomor kode) yang tertera di kemasan menggunakan smartphone, maka riwayat dan informasi berkaitan produk makanan/obat-obatan tersebut akan terpampang secara detail.

Aplikasi barcode itu sedang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Aplikasi itu akan ditempatkan pada setiap kemasan obat dan makanan. Sehingga konsumen bisa mendeteksi dan mengidentifikasi makanan/obat ilegal yang dijual di pasaran.

“Nanti kita memasang namanya Barcode. Kalau dulu ada namanya IR Code. IRCode adalah teknologinya, namun sistem yang kita bangun namanya adalah track and trace system. Nantinya pada produk obat dan makanan di Indonesia kita bisa track hingga sampai ke konsumen,” ucap Kepala BPOM Dr.Ir.Penny K. Lukito, MCP kepada wartawan usai pembukaan Rapat Evaluasi Nasional (REN) Badan POM RI di Hotel Maqna Kota Gorontalo, Rabu (22/11).

BACA  Bupati Pohuwato Ajak Masyarakat Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

BPOM sedang menyiapkan aplikasi barcode di produk obat. Aplikasi ini juga akan digunakan pada makanan. Dengan teknologi ini, kata Penny, akan bisa diketahui produk yang membahayakan konsumen. Dengan barcode, pengawasan bisa dilakukan bersama dengan masyarakat.

Penny mengatakan, Presiden memerintahkan agar BPOM untuk memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan. Ini dilakukan terutama pada jajanan anak sekolah maupun di pasar.

“Track and trace system ini akan mampu melindungi masyarakat dari risiko obat palsu dan penyalahgunaan obat yang selama ini dihadapi. Pelaku usaha juga memperoleh manfaat dari sistem ini yakni melindungi pemalsuan produk. Sistem ini juga dapat dimanfaatkan membantu program kementerian dan lembaga terkait, seperti penggunaan obat rasional dan peningkatan pemasukan negara dari sektor pajak,” jelasnya.

BACA  Tekan Penyebaran Covid-19,Ini Sikap Perusahaan Swasta

Nah, dengan adanya sistem tersebut nantinya masyarakat bisa bersama-sama melakukan pengawasan dengan memindai lewat aplikasi yang bisa di-upload dari android masyarakat.

“Nanti bisa dilihat produk ini asli atau tidak. Karena semua produk yang ada dijual dipasaran itu masuk dalam database BPOM. Jadi kita ingin melibatkan masyarakat dalam pengawasan obat ini,” terang Penny.

Pengurusan Izin BPOM Dipermudah untuk UKM
Sementara itu, kepala Balai POM di Gorontalo Sukriadi Darma mengatakan, pihaknya akan membantu masyarakat untuk mendapatkan izin dari BPOM untuk produk yang dijual oleh usaha Kecil dan Menengah (UKM). Sebab kini masyarakat sudah bisa mendaftar BPOM melalui EBNOM atau BPOM online.

Untuk langkah awal UKM masuk ke website pendaftran e-bpom atau dengan mengklik link berikut http://e-bpom.pom.go.id/. Setelah itu klik registrasi baru. Setelah ada tampilan form pendaftaran, isi sesuai dengan data yang dibutuhkan, seperti Data Perusahaan, Data Penanggung Jawab dan Data Login.

BACA  Duta GenRe Gorontalo Ajak Kaum Milenial Patuhi Protokol Kesehatan

Kedua, masukan data PSB yang dimiliki oleh masing-masing pabrik lokal dan upload semua file sesuai dengan dokumen yang dipersyaratkan. Sampaikan hardcopy Dokumen yang dipersyaratkan milik perusahaan ke alamat yang tertera pada halaman registrasi.

Setelah itu cukup tunggu hasil pemeriksaan apakah permohonan registrasi perusahaan di setujui atau ditolak oleh petugas BPOM. “Nah, untuk uji laboratorium nanti kita bantu dari BPOM di Gorontalo untuk sampai ke Jakarta. Kita permudah masyarakat. Apalagi banyak produk UMKM masyarakat yang dijual di Gorontalo. Sudah ada beberapa juga UMKM juga yang sudah kita bantu,” tandasnya. (ndi/hg)


Komentar