Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aplikasi Investasi Forex Jadi Atensi Polda Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam HumKam Metropolis , pada Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:05 AM Tag:
  Kabid Humas Polda Gorontalo, Wahyu Tri Cahyono saat di wawancarai. (Foto Herman Abdullah/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Aplikasi investasi (Forex) yang kian mendunia dan banyak peminat itu, karena diimingi mendapatkan keuntungan, kini menjadi atensi dari semua kalangan. Mulai dari masyarakat sipil hingga pada instansi Kepolisian.

Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo sendiri telah mengeluarkan surat telegram yang berisi imbauan bernomor, ST/14/X/HUM.3.4/2021 pada 8 Oktober 2021. Surat telegram tersebut bersifat internal yang sengaja dibuat untuk kelembagaan atau instansi Kepolisian.

“Surat telegram itu bersifat internal. Fungsinya internal untuk mengingatkan kepada seluruh anggota Polri. Khususnya di Polda Gorontalo,” ungkap Kabid Humas Polda Gorontalo, Wahyu Tri Cahyono kepada awak media, Senin (11/10/2021).

Wahyu Tri Cahyono menjelaskan maksud dari telegram yang dikeluarkan itu. Surat itu lebih kepada mengedukasi kepada seluruh personil anggota Polri agar tidak terlibat didalam kegiatan-kegiatan investasi yang menghimpun dana dari masyarakat.

“Terlepas Forex itu legal atau tidak legal, yang jelas jangan sampai itu nanti menjadi polemik tersendiri disaat ada masyarakat komplain. Karena di situ ada administrasi dari kepolisian,” kata Wahyu Tri Cahyono.

Kata Wahyu, investasi tidak dilarang. Namun, harus berhati-hati dalam melakukan investasi. Kemudian juga terkait dengan Forex, saat ini Ditreskrimsus sudah berkolaborasi dengan satgas investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengidentifikasi investasi ilegal.

“Ini juga perlu kita sampaikan kepada masyarakat. Apabila ada janji-janji keuntungan yang mungkin di luar nalar, agar jangan mudah terpengaruh. Masyarakat juga harus berhati-hati,” tambahnya.

Wahyu Tri Cahyono pun mengungkapkan dalam investasi forex ini, anggotanya juga ikut dalam tran investasi itu. Namun, ia belum bisa mengidentifikasi sudah berapa banyak anggota Polri yang ikut dalam investasi itu.

“Saya kurang tau berapa banyak. Tapi ada beberapa anggota. Namun kalau dikemudian hari ada masyarakat yang komplain, maka akan diproses sesuai dengan perundangan yang berlaku,” kunci Wahyu Tri Cahyono. (***)

 

Penulis : Herman Abdullah

(Visited 22.966 times, 2 visits today)

Komentar


Comments


Tinggalkan Balasan


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *