Selasa, 24 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Arus Mudik Nanti Bentor Dilarang Masuk Pelabuhan

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 10 Juni 2017 | 12:05 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Penyelenggaraan angkutan mudik lebaran Idul Fitri 1438 H, efektif mulai dilaksanakan pada 15 Juni 2017 hingga 11 Juli 2017. Guna kelancaran saat puncak arus mudik nanti, kendaraan transportasi berupa Becak Motor (Bentor) dilarang masuk pelabuhan baik pelabuhan. Saat ini telah dibangun 8 pos komando (posko) yang akan melayani serta menjaga keamanan para pemudik.

Posko tersebut masing-masing berada di terminal bus 42, terminal bus Isimu, pelabuhan very, pelabuhan penyebarangan Gorontalo, pelabuhan Anggrek, pelabuhan Kwandang, dan Bandara Djalaludin.

“Semuanya ada 8 titik posko utama terpadu. Dari setiap kabupaten/kota juga akan ada Posko tersendiri untuk menjaga stabilitas arus mudik lebaran,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Ngandro, ketika diwawancarai, Jumat, (9/6).

Jamal menjelaskan, posko ini nantinya akan memberikan pelayanan secara terpadu kepada masyarakat. Dimana dalam setiap posko akan ditempatkan seluruh petugas dari berbagai instansi yang terkait dengan penyelenggaraan angkutan lebaran. “Di setiap posko akan ditempatkan aparat Kepolisian, perhubungan, tenaga medis, keimigrasian, dan personil dari instansi terkait lainnya,” ujarnya.

BACA  Tiga Pilar di Bone Bolango Gencar Gelar Operasi Penegakan Protokol Kesehatan

Sementara itu sejalan dengan pengawasan arus mudik lebaran ini, pemerintah Provinsi Gorontalo bersama sejumlah pihak terkait menggelar rapat koordinasi di Kantor Gubernur Gorontalo.

Wakil Gubernur Idris Rahim menekankan keberadaan setiap posko harus mampu melayani dan melindungi masyarakat dengan sebaik mungkin. “Jika perlu setiap posko dilengkapi dengan pendingin udara, agar petugas dan masyarakat yang memanfaatkan posko tersebut akan merasa nyaman,” imbuhnya.

Lebih lanjut Idris menekankan perlunya untuk mensosialisasikan layanan angkutan lebaran kepada masyarakat, termasuk biaya atau tarif setiap angkutan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat tentang jadwal dan biaya yang harus dikeluarkan.

“Di setiap konter-konter penjualan tiket, harus mencantumkan harga tiket dan jadwal pemberangkatan, dan ini harus disosialisasikan melalui media. Karena ini adalah bagian dari pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat,” pungkas Wagub Idris Rahim.

BACA  Pemprov Gorontalo Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan Lokal

Selain itu, Idris Rahim juga berharap angkutan lebaran tahun ini tidak terjadi sesuatu hal yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. “Kita upayakan angkutan lebaran di Provinsi Gorontalo zero accident,” ujarnya.

Untuk mencapai zero accident dan mendukung lancarnya arus mudik, ia mengajak seluruh pihak, baik penyelenggara angkutan lebaran maupun masyarakat pengguna angkutan untuk mentaati aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan, seperti halnya menyangkut kelaikan kenderaan ataupun jumlah maksimal penumpang dalam satu angkutan.

“Saya harapkan pula setiap posko terpadu agar saling berkoordinasi dan bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” jelasnya. Kemarin, Idris Rahim ikut menyematkan pin kepada perwakilan petugas posko angkutan lebaran dalam apel siang yang diikuti oleh jajaran Kantor Pelabuhan Gorontalo, Dinas Perhubungan, Basarnas, Polsek KPG, Balai Karantina, dan PT. Pelni.

Sementara itu Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gorontalo Rachmad Dalu kepada wartawan koran ini mengatakan, pencanangan posko lebaran di Pelabuhan sebelumnya diikuti di Jakarta tangal 23 Mei lalu yang dibuka langsung Dirjen perhubungan laut.

BACA  Peran Guru Dibutuhkan pada Sosialisasi Protokol Kesehatan

Ditekankan bahwa keselamatan penumpang adalah harga mati. Alat-alat navigasi harus difugsikan dengan baik, kesiapan kami dalam membangun kebersamaan dan mewujudkan zero insiden atau nol kecelakaan.

Untuk angkutan gratis pihaknya nanti akan bekerjasama dengan Pemprov Gorontalo. “Khusus untuk Pemberlakukan bentor tidak bisa masuk ke pelabuhan ketika puncak arus mudik nanti.

Itu sudah disepakati oleh semua stake holder saat Rapat Koordinasi karena demi keamanan dalam embarkasi di dalam pelabuhan. Biasanya pengalaman tahun-tahun kemarin bentor sembarang parkir sehingga sangat menganggu aktivitas di dalam pelabuhan.

Kita juga akan atur parkiran bentor di luar pelabuhan. Selain itu selama proses pengangkutan penumpang ke dalam kapal maupun penumpang turun dari kapal tidak diperbolehkan ada aktivitas bongkar muat peti kemas,”tandas Rachmad Dalu. (and/roy)


Komentar