Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Arus Peti Kemas Internasional Tertahan Uji Coba Crane

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Rabu, 31 Mei 2017 | 08:00 WITA Tag:
  


Hargo.co.id SURABAYA – Uji coba container crane baru yang dilakukan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membawa dampak yang cukup signifikan terhadap arus peti kemas internasional di triwulan pertama tahun ini.

Sepanjang Januari-Maret arus peti kemas internasional tercapai 220.030 box atau turun 7 persen dibanding triwulan pertama tahun 2016 yang tercapai 221.703 box.

Public Relations PT TPS, Mohammad Solech menjelaskan jika arus peti kemas ini disebabkan uji coba tiga container crane di dermaga internasional ujung.

BACA  Gaji Karyawan di Bawah Rp 5 Juta Dapat Bonus Rp 600 Ribu

Dampaknya TPS tidak bisa melayani aktivitas jasa kepelabuhanan terhadap peti kemas internasional.

“Karena commsioning test (uji coba) membutuhkan waktu yang panjang, otomatis kita tidak bisa memberikan layanan. Karena kita membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk uji coba dan tentu saja berdampak pada arus peti kemas internasional yang terhambat,” kata Solech seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group).

Selain melakukan tes uji coba, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III itu juga melakukan setting.

BACA  Gaji ke-13 ASN dan TNI-Polri Cair Agustus, Tak Berlaku untuk Pejabat Eselon I-II

Solech menegaskan penurunan ini bukan disebabkan makro ekonomi global. Dia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok mencapai 6,9 persen (YoY) di kuartal pertama 2017.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding dengan kuartal terakhir tahun 2016 yang tercapai 6,8 persen, dan lebih tinggi dibanding kuartal pertama 2016 yang mencapai 6,8 persen.

“Selama ini jalur perdangan internasional dari TPS ke Tiongkok cukup tinggi, seiring dengan banyaknya kapal dari Tiongkok ke Tanjung Perak maupun sebaliknya,” terangnya.

BACA  Harga Emas Antam Dekati Level Rp 1 Juta per Gram

Pihaknya optimistis pada kuartal kedua tahun ini akan mengalami pertumbuhan signifikan, seiring selesainya uji coba dan setting.

Di kuartal kedua tahun ini, lanjut Solech, akan dipengaruhi dengan tingginya permintaan barang jelang Ramadan dan Lebaran.

Umumnya penambahan permintaan ini dilakukan dua atau tiga bulan sebelum Lebaran tiba. Selain itu, di awal tahun perdagangan kerap terjadi wait and see dan sudah menjadi siklus tahunan dalam beberapa tahun terakhir ini. (hargo/han/rif)


Komentar