Jumat, 14 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



ASN Wajib Berbahasa Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 10 November 2016 | 08:25 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Sebagai salah satu daerah adat di Indonesia, Gorontalo kental dengan budaya.

Hanya saja seiring perkembangan zaman, budaya yang mengatur kehidupan masyarakat Gorontalo, kian pudar.

Jika tidak dipertahankan, bukan tidak mungkin budaya Gorontalo akan punah, atau justeru diklaim daerah lain.

Hal ini pula yang mendorong kalangan akademisi di daerah ini untuk menyelenggarakan kongres budaya Gorontalo.

BACA  Pemprov Gorontalo Gelar Rakor Penyetaraan Jabatan ke Fungsional

Ini adalah yang pertama dilakukan. Kongres berlangsung di kampus Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (8/11) dan mendapat dukungan banyak pihak termasuk Kedutaan Besar Amerika.

Upaya untuk pelestarian budaya pun, tak sekadar wacana, tapi langsung tindakan.

Plt Gubernur Gorontalo Prof Zudan Arif Fakhrullah punya kebijakan baru untuk melestarikan budaya Gorontalo.

BACA  Masyarakat Komuter, Jangan Keliru Saat Titip KTPĀ 

Pria asal Jogjakarta ini begitu bersemgat ingin melestarikan budaya Gorontalo, salah satunya dengan akan mewajibkan seluruh ASN di lingkungan Pemprov Gorontalo menggunakan bahasa Gorontalo, pada hari tertentu.

Termasuk, mewajibkan menggunakan pakaian adat Takowa.

BACA  Silatnas III Akan Digelar di Gorontalo pada 29 Mei 2021

“Para ASN di provinsi Gorontalo juga akan diwajibkan memakai pakaian adat Gorontalo ini (Takowa), paling tidak sebulan sekali, dan akan ada juga hari khusus para ASN bisa berbicara pakai bahasa Gorontalo,”kata Zudan yang juga Dirjen Dukcapil Kemendagri itu.

Ia tidak ingin, budaya Gorontalo tinggal dikenang, padahal patut dilestarikan. (wan/hargo)


Komentar