Kamis, 27 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Astaga! Oknum Kepala Bandara Djalaluddin Diduga Lakukan Pungli

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 27 September 2017 | 20:33 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id, LIMBOTO – Kasus dugaan pungutan liar kembali terjadi diwilayah Gorontalo, kali ini pungli tersebut duduga dilakukan oleh oknum Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, kepada sejumlah pekerja dan pengelola parkir di Bandara Djalaluddin. Kasus ini pun terungkap setelah puluhan masyarakat yang mengatasnamana Masyarakat peduli pungli melakukan aksi demo dihalaman Kantor Bandara Djalaluddin, (Rabu 27/9).

Pantauan Hargo, Aksi dami yang berlangsung sajak pukul 11.30 ini, menyampaikan beberapa aspirasi diantaranya dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum kepala Bandara Djalaluddin kepada sejumlah pekerja yang ada di lingkungan bandara, selain itu Kepala Bandara juga dituding meminta fee kepada pengelola parkir Bandara sebesar 15 juta perbulan dan hal ini diluar dari kontrak kerja yang sudah disepakati bersama antara pihak pengelola parkir dengan pihak bandara.

Atas dasar inilah massa menganggap Kepala Bandara Djalaluddin Power telah melanggar Peraturan Menteri Perhubungan No.99 tahun 2011 tentang kode etik Pegawai Negeri Sipil dilingkungan perhubungan. Selanjutnya Massa aksi juga meminta kepada Kepala Bandara untuk mundur dari jabatannya karen dianggap telah meresahkan masyarakat dan telah melakukan hal-hal yang diluar dari ketentuan yang berlaku.

Sayangnya dalam aksi yang berlangsung damai ini tidak dihadiri oleh Kepala Bandara, karena yang bersangkutan saat ini sedang berada di luar daerah, massa aksi hanya di terima oleh Kepala Bagian Tata Usaha Bandara, Udik Noviyanto.

Dalam kesempatan itu Udik Noviyanto menyampaikan, dengan adanya aspirasi ini, pihaknya akan melakukan pembahasan internal dan akan melakukan evaluasi terkait kebenaran informasi yang beredar selama ini.

Dan jika terbukti ditemukan adanya pelanggaran, maka tentunya akan ada tindakan internal yang akan diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya setiap pegawai yang ada di Bandara, sudah bekerja sesuai dengan aturan. Namun jika terdapat kekeliruan pihaknya membuka diri bagi masyarakat yang akan mengajukan protes sebagai bentuk koreksi.

” Terkait pungli yang sudah beredar luas dan meresahkan masyarakat, kami tegaskan jika terbukti terjadi penyimpangan, maka kita akan melakukan tindakan internal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Kata Udik

Udik menambahkan dengan adanya kasus ini, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan melakukan penyelidikan terkait dugaan pingli yang dilakukan oleh Kepala Bandara, dan tentunya ini menjadi bahan evaluasi terhadap kinerje setiap aparat yang ada di lingkungan Bandara.

Sementara itu Koordinator massa aksi Anton Abdullah menyatakan dalam aksi kali ini pihaknya menyampaikan beberapa point yang menyangkut pungli yang dilakukan oleh Kepala Bandara, dan mengecam tindakan yang dilakukan Kepala Bandara yang sudah melanggar kode etik, berdasarkan UU No.99 tahun 2011.

” Kita sangat menyesalkan kejadian ini, apalagi menyangkut pungli yang diduga dilakukan oleh Kepala bandara, dan hal ini tentunya sudah melanggar ketentuan yang berlaku.” Ujar Anton.

Menurut Anton, kasus ini tidak bisa dibiarkan, karena hal ini menyangkut kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu pihaknya menegaskan dalam waktu dekat malasah ini akan diteruskan kepada pihak Kementrian Perhubungan untuk ditindak lanjuti. (rg/Hargo)

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar