Kamis, 4 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Astaga, Oknum Perwira Polda Gorontalo Ditangkap Mencuri di Malaysia

Oleh Berita Hargo , dalam Features Headline Metropolis , pada Kamis, 6 April 2017 | 22:44 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Seorang perwira Polda Gorontalo berpangkat ajun komisari polisi (AKP) yang sedang berada di Malaysia, ditangkap polisi setempat.

Perwira berpangkat ajun komisaris (AKP) itu, ditangkap di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) Malaysia, saat hendak kembali ke Indonesia. Oknum anggota Polri ini ditangkap gara-gara diadukan mencuri kacamata pada salah satu gerai di KLIA.

Informasi yang diperoleh Gorontalo Post menyebutkan, dugaan kasus pencurian kacamata ini bermula dari laporan Farha Athirah Binti Rohaizan dengan nomor laporan Polisi KLIA Sepang Rpt:5841/17, Klasifikasi: Sek 380 KK, A.I.O: Sjn.Yahaya Mooideen Bin Kuddy. Dalam laporan itu, Perwira Polri berinisial LAS yang sehari-harinya bertugas di Polda Gorontalo dituduh mencuri satu buah kaca mata jenis sunglasses merk Oakley di salah satu toko kacamata di Bandara KLIA, Malaysia.

BACA  Selain Nurdin Abdullah, Lima Orang dan Rp 1 M Diamankan KPK

Sumber yang dirangkum Gorontalo Post menyebutkan, kejadian ini terjadi Selasa (28/3) Sekira pukul 15.30 WS (sama seperti waktu Gorontalo). Saat itu, Farha (Penjaga toko,red) tengah bertugas menjaga toko kacamata di Sunglass Hut di lantai 5 MTB KLIA, Malaysia.

Farha kemudian mendapati satu unit kaca mata bermerk Oakley yang berharga 2109 RM atau sekira Rp 6.327.000 (kurs 1 RM = Rp 3000) dengan No. Kode: 368375 yang diletakkan di cermin depan toko telah hilang. Berdasarkan fakta ini, Farha menduga kaca mata tersebut telah dicuri oleh pelanggan yang baru saja mengunjungi tokohnya dan langsung melapor ke polisi.

Polisi Diraja Malaysia yang bertugas di KLIA kemudian bergerak cepat. CCTV bandara dipantau, hasilnya LAS saat itu masih berada di sekitar bandara, tepatnya di area boarding gate C 31, dan sedang mengenakan kacamata yang diduga dicuri dari toko yang dijaga Farha.

BACA  Terkait Potensi Wisata, Ini Pemaparan Thariq di Depan Sandiaga Uno

Kacamata tersebut, digunakan LAS di atas kepala. Penyelidikan ini langsung dikonfrontir dengan Farha selaku pelapor, yang langsung membenarkan bahwa kaca mata yang terpasang dikepada LAS memang kaca mata yang hilang dari tokonya. Polisi kemudian mengamankan LAS.

Saat diperiksa, perwira Polri yang diketahui sedang menjalankan pendidikan di Mabes Polri itu, mengaku ia tidak bermaksud mengambil kacamata tersebut, tetapi lupa terpakai di kepalanya saat mencoba kacamata di gerai. Namun ketika itu, label kacamata tersebut tidak lagi terpasang. LAS ketika itumenyatakan tidak semua kacamata di toko tersebut terdapat label harga, dan ia mengaku tidak menghilangkannya.

BACA  'Si Jago Merah' Kembali Mengamuk, Satu Unit Rumah Terbakar

Tak hanya itu, LAS juga mengaku bahwa dirinya memiliki kaca mata Oakley yang juga mirip dengan kaca mata tersebut, sehingga ia mengira kaca mata yang di kepalanya adalah miliknya. Namun, saat ditanya apakah kaca mata miliknya mirip dengan kaca mata yang dia bawa, ia menyatakan memang tidak begitu mirip, hanya sama-sama kacamata jenis sunglasses.

Kasus ini dibenarkan Mabes Polri. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, oknum anggota Polri tersebut juga menjalani pemeriksaan etik Mabes Polri setelah dipulangkan ke Indonesia. “Orangnya sudah pulang. Ditangani secara kode etik di sini,” katanya.

Laman: 1 2


Komentar