Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Astaga, Pimpinan Panti Asuhan Al Hijrah Ternyata Residivis Kasus Cabul

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 29 Maret 2017 | 12:19 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Aksi cabul yang diduga dilakukan IS (42) kepala panti asuhan Al Hijrah, kelurahan Tuladenggi,  Kota Gorontalo terhadap enam anak asuhnya, bisa jadi penyakit lama yang kambuh kembali.

Dari catatan kepolisian, pria berbadan kekar ini ternyata pernah dipenjara gara-gara kasus serupa. Tindak pidana pencabulan yang dilakukan IS terjadi pada tahun 1995 saat ia masih tinggal di Luwuk, Sulawesi Tetangah.

BACA  Pemerintah Suplai Bantuan untuk Pekerja Pariwisata di Gorontalo

[Baca: Lolos dari Gerbang Panti, Anak Yatim Ini Laporkan Perbuatan Keji Pimpinan Panti]

[baca: Astaga, Pimpinan Panti Diduga Cabuli 6 Anak Asuh]

[Baca: Tega Cabuli Anak Asuh, Pimpinan Panti Ini Terancam Dikebiri]

Akibat perbuatanya kala itu, IS diganjar pidana penjara 10 tahun.

BACA  Bawaslu Kabgor Akui Rakernis Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Ary Donny Setiawan membenarkan rekam jejak IS yang merupakan residivis kasus pencabulan itu.

“Menurut informasi sementara yang kami dapatkan, pelaku (IS,red) pernah tersandung kasus yang sama di Luwuk dengan hukuman 10 tahun penjara,”ujar AKBP Ary Donny Setiawan, Senin (27/3).

BACA  Disedot Tak Ada Hasil, Genangan Air di Simpang Empat BRI Andalas Terus Disorot

[Baca: Modus Sang Pimpinan Panti Cabuli Anak Asuh, Ketika Istri Keluar Rumah]

IS kini terancam hukuman 15 tahun pencarah bahkan pidana kebiri. (tr-45/hargo)


Komentar