Minggu, 16 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Astaga, Pimpinan Panti Asuhan Al Hijrah Ternyata Residivis Kasus Cabul

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 29 Maret 2017 | 12:19 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Aksi cabul yang diduga dilakukan IS (42) kepala panti asuhan Al Hijrah, kelurahan Tuladenggi,  Kota Gorontalo terhadap enam anak asuhnya, bisa jadi penyakit lama yang kambuh kembali.

Dari catatan kepolisian, pria berbadan kekar ini ternyata pernah dipenjara gara-gara kasus serupa. Tindak pidana pencabulan yang dilakukan IS terjadi pada tahun 1995 saat ia masih tinggal di Luwuk, Sulawesi Tetangah.

BACA  Warga Telaga Biru Antusias Sambut Pasar Murah 

[Baca: Lolos dari Gerbang Panti, Anak Yatim Ini Laporkan Perbuatan Keji Pimpinan Panti]

[baca: Astaga, Pimpinan Panti Diduga Cabuli 6 Anak Asuh]

[Baca: Tega Cabuli Anak Asuh, Pimpinan Panti Ini Terancam Dikebiri]

Akibat perbuatanya kala itu, IS diganjar pidana penjara 10 tahun.

BACA  Warga di Kecamatan Bone Terima Bantuan Dari Tim NKRI Peduli

Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Ary Donny Setiawan membenarkan rekam jejak IS yang merupakan residivis kasus pencabulan itu.

“Menurut informasi sementara yang kami dapatkan, pelaku (IS,red) pernah tersandung kasus yang sama di Luwuk dengan hukuman 10 tahun penjara,”ujar AKBP Ary Donny Setiawan, Senin (27/3).

BACA  Target Dewan Pers 2021,  1.700 Wartawan Kompeten pada 34 Provinsi

[Baca: Modus Sang Pimpinan Panti Cabuli Anak Asuh, Ketika Istri Keluar Rumah]

IS kini terancam hukuman 15 tahun pencarah bahkan pidana kebiri. (tr-45/hargo)


Komentar