Sabtu, 28 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Asuransi Pertanian Masih Kurang Diminati

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 16 November 2016 | 13:50 WITA Tag: ,
  


 

Hargo.co.id GORUT – Animo masyarakat petani di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) untuk mengikutsertakan tanaman padi mereka ke dalam asuransi masih kurang.

“Masih perlu sosialisasi yang lebih intens lagi ke para petani untuk menyampaikan informasi dan arti penting asuransi yang akan mereka ikuti nantinya” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Gorut, Idrus Labantu.

Menurutnya dari sekian banyak kelompok tani yang ada di Kabupaten Gorut, baru satu kelompok ttahani yang telah ikut asuransi pertanian.

BACA  Sosok Mayat Ditemukan di Lapangan Taruna

“Baru kelompok tani yang ada di Molinggapoto Kecamatan Kwandang saja yang ikut serta dalam asuransi pertanian tersebut” jelasnya.

Dijelaskan oleh Idrus bahwa untuk kepesertaan asuransi bukan perorangan melainkan perkelompok. “Dan asuransi ini hanya berlakuuntuk padi sawa dan padi ladang.

Untuk tanaman jagung belum dapat diakomodir tahun ini. Mudah-mudahan kedepan asuransi pertanian sudah dapat mengakomodir untuk tanaman mili” ujarnya.

Bagi Idrus sangat sayang jika para petani tidak memanfaatkan asuransi ini, mengingat musim saat ini tidak menentu dan Gorut masuk dalam daerah rawan bencana sehingga kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan dapat terjadi danberdampak pada tanaman padi warga. Untuk asuransi ini, pemerintah telah menganggarkannya.

BACA  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Petinggi Jamaah Islamiyah di Lebak

“Dari satu hektar tanaman padi, premi asuransi yang jadi pertanggungan Rp. 180 ribu dan para petani hanya menanggung 20 persen saja atau Rp. 36 ribu sementara sisanya 80 persen ditanggung oleh pemerintah. Ini kesempatan baik tentunya dan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan” tegasnya.

BACA  Gara-Gara Virus Corona, Seorang Ayah Tega Bunuh Anaknya

Guna memaksimalkan program ini, Idrus akan terus memaksimalkan sosialisasi kepada para petani dan sekarang ini sudah ada beberapa lagi kelompok tani yang mau ikut asuransi dan tengah diverifikasi oleh petugas asuransi dalam hal ini Jasindo.

Sementara itu, terkait dengan bencana banjir beberapa waktu kemarin, Idrus menjelaskan bahwa hanya sebagian kecil saja tanaman yang mengalami kerusakan namun itu tetap didata. (abk/hargo)


Komentar