Selasa, 24 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Atasi Defisit Rp 217 M DAU Gorontalo! Bertemu Rusli, Wamenkeu Minta Rincian Kekurangan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 6 April 2017 | 11:45 Tag: , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Persoalan kekurangan anggaran Pemerintah Provinsi Gorontalo karena adanya pengalihan guru SMA/Sederajat dari Kabupaten/kota ke Provinsi akan segera teratasi. Gubernur Gorontalo terpilih Rusli Habibie, Rabu (5/4) kemarin, menemui langsung Wakil Menteri Keuangan RI Prof Mardiasmo di Jakarta, khusus membicarakan hal itu.

Rusli yang baru saja menerima putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilgub Gorontalo itu mengaku, defisit anggaran gara-gara kebijakan pengalihan guru jangan sampai mengganggu anggaran untuk kebutuhan lain di Gorontalo.

Seperti diketahui, pengalihan 2.865 guru SMA/sederajat dari kabupaten/kota ke provinsi membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 217 miliar. Namun kebijakan pengalihan itu tidak dibarengi dengan kucuran anggaran yang pas dari Dana Alokasi Umum (DAU) ke Gorontalo.

DAU hanya bertambah kurang lebih Rp 134 Miliar. Karena kurang, anggaran yang harusnya untuk alokasi belanja publik, akhirnya dialihkan untuk menutupi defisit anggaran pengalihan guru. “Alhamdulillah, pertemuan dengan pak Wamen (Prof Mardiasmo,red) tadi positif. Beliau merespon persoalan ini,”kata Rusli Habibie kepada Gorontalo Post  (grup Hargoco.id) via ponsel, kemarin.

Ia mengatakan, dalam pertemuannya itu kekurangan anggaran yang ada akan ditutupi melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBNP) 2017. Wakil Menteri Keuangan Prof Mardiasmo kepada Rusli Habibie meminta agar Pemerintah Provinsi Gorontalo secara resmi segera menyurat ke Kementerian Keuangan, dan merinci seluruh kebutuhan anggaran yang ada.

Tidak saja menemui Wakil Menteri Keuangan RI, dalam memperjuangkan anggaran tersebut, Rusli Habibie juga bertemu dengan Badan Anggaran DPRRI. “Mereka mengapresiasi, dan ini akan dikabulkan pada APBNP,”ujarnya. Jika ini terealisasi, lanjut Rusli Habibie, maka anggaran yang ada bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan sektor lain di Gorontalo, terutama menyangkut infrastruktur.

Ia menambahkan, kendati pertumbuhan pembangunan di Provinsi Gorontalo terbilang pesat dalam lima tahun terakhir, namun bukan berarti anggaran pembangunan bisa dipangkas. “Gorontalo masih terus membangun, masih banyak yang kita butuhkan, terutama fasilitas dasar masyarakat, seperti jalan, irigasi, rumah layak huni, kesehatan dan pendidikan,”tandasnya.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar