Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Awal Puasa, Kurma Sepi Orderan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 6 Juni 2016 | 11:52 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Buah kurma merupakan panganan yang seharusnya menjadi menu wajib saat berbuka puasa. Meski sejumlah minimarket hingga pedagang kaki lima sudah dua pekan belakangan ini menjajakan kurma, namun permintaannya belum signifikan.

“Banyak di Gorontalo, awal-awal puasa biasa orang suka berbuka yang dingin-dingin. Jadi, pembeli kurma masih relatif sedikit,” ungkap Iskandar, salah seorang pedagang kurma. Iskandar mengatakan, permintaan kurma nanti akan meningkat paling lambat setelah tiga hari bulan Ramadan.

BACA  Tolak Bala, Gorontalo Gelar Du'a Lo Ulipu

Alasannya, permintaan kurma yang paling besar dibeli oleh warga saat ingin menyelenggarakan buka puasa di masjid. “Jadi, awal-awal ini, buka puasa belum serentak di masjid.

Nanti, saat sudah ramai buka puasa di masjid, banyak orang yang membeli kurma untuk takjil. Biasanya, hari ketiga puasa,” kata Iskandar yang juga warga Limboto ini.

BACA  Unsur Tiga Pilar di Dungingi Gencar Gelar Razia Protokol Kesehatan

Senada juga diungkapkan Anton. Menurut dia, kurma miliknya merupakan jenis kurma kering yang bakal tahan lama. Harganya saat ini sudah relatif mengalami kenaikan.

“Satu paket yang ukuran besar (sekitar setengah kilogram,red) harganya Rp 17 Ribu. Kalau paket yang kecil Rp 9.000,” ujar Anton yang juga pengurus takmirul masjid ini.

BACA  Kembangkan Objek Wisata, Gubernur Serahkan Bantuan Rp 1,1 M ke Pemda Gorut

Pada awal puasa seperti kemarin, Minggu (5/6), sudah banyak yang membeli kurma namun rata-rata untuk kegiatan buka puasa di rumah. “Sudah banyak yang beli, tapi masih standar-standar,” tandasnya.(axl/hargo)


Komentar