Minggu, 25 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Awas, Anjing Gila Berkeliaran di Kabgor 

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Selasa, 5 Juni 2018 | 09:00 WITA Tag:
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Peringatan bagi warga Limboto, Kabupaten Gorontalo utamanya yang mempunyai anak kecil. Yakni, kini anjing gila berkeliaran dan hingga saat ini belum juga ditemukan. Betapa tidak, sudah ada empat orang warga di Hunggaluwa menjadi korban gigitan oleh anjing gila tersebut.

Informasi yang berhasil dirangkum Hargo.co.id (Gorontalo Post Group), empat orang warga yang menjadi korban pada Sabtu (2/6) tersebut masing-masing, Indra Agu (31), Suntje Gani (70), Yuli (24) dan Rania M. Rahman (6). Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit MM. Dunda.

BACA  Polisi Musnahkan Bahan Baku dan Miras di Bone Bolango

Informasi yang beredar kini, anjing gila yang berkeliaran itu, berukuran sedang dan berwarna putih coklat. Menurut salah seorang korban, Indra Agu, saat itu dirinya sedang menjaga depot bensin. Anjing tersebut hanya bolak balik di depan depot.

“Tiba-tiba dia langsung membalik arah dan menggigit kaki kiri saya. Gigitannya dilepas setelah saya menendang,” ungkap Indra. Saat ini dikatakan olehnya bekas gigitan anjing tersebut sudah membengkak. Bahkan Indra beserta pasien lainnya harus terus melakukan pemeriksaan di Puskesmas.

BACA  Tim Resmob Rajawali Ringkus Dua Pelaku Pencurian di Kota Gorontalo

“Hingga kini keberadaan anjing tersebut belum diketahui dan warga khususnya Kelurahan Hunggaluwa masih trauma dan waspada,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Roni Sampir mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan lebih lanjut dari Puskesmas Limboto. “Ada baiknya anjing tersebut kalau ketemu jangan dibunuh, dikurung saja. Agar bisa diidentifikasi apa dia benar-benar gila atau tidak,” ungkap Roni.

BACA  Terduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Isimu Berhasil Dibekuk

Dirinya menambahkan langkah awal sudah dilakukan di rumah sakit yakni dengan mencuci dan membersihkan luka. “Para pasien harus melakukan pemeriksaan secara rutin, sampai mereka benar-benar tidak terjangkit penyakit anjing gila tersebut,” tutup nya. (ded/hg)


Komentar