Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Awas, Caffein Bagi Atlet PON Berbahaya, Masuk Kategori Doping

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Sportivo , pada Saturday, 17 September 2016 | 13:28 PM Tags: , , ,
  

Hargo.co.id BANDUNG – Penggunaan doping menjadi salah satu yang krusial menjelang pembukaan PON XIX/2016 Jawa Barat, Sabtu (17/9) hari ini.

Pasalnya, banyak zat baik berupa obat maupun minuman yang lazim dikonsumsi ternyata bisa menyeret atlet tersandung kasus doping. Misalnya, mengkonsumsi caffein (kopi).

dr. Medi Sarita yang menjadi dokter tim kontingen Gorontalo, mengatakan, dari hasil sosialisasi perihal pencegahan penggunaan doping kepada seluruh kontingen oleh PB PON.

Ada beberapa daftar zat-zat baik berupa obat-obatan maupun minuman yang dikategorikan mengandung doping dan harus diwaspadai penggunaannya oleh para atlet.

“Ada beberapa zat yang terkandung dalam obat-obatan dan minuman mengandung doping yang wajib dihindari penggunaannya oleh atlet. Makanya saya kembali meminta para pelatih agar emperhatikannya sehingga tidak dikonsumsi oleh atlet masing-masing cabang olahraga,” tutur dr. Medi Sarita.

dr. Medi Sarita juga mengutip seperti yang disampaikan Drg Sulistriowati MKM, sub koordinator operasional doping PB PON XIX/2016 Jawa Barat yang mengatakan, doping pada dasarnya bertentangan dengan semangat olah raga dan berdampak buruk bagi penggunanya.

Karena itu, imbuh dia, zat-zat apa saja yang dilarang dikonsumsi atlet pada PON XIX/2016 Jawa Barat sudah disosialisasikan.

“Saya sudah mendapat buku saku panduan bagi atlet, pelatih dan praktisi olahraga untuk mencegah doping. Tujuannya untuk sosialisasi demi pencapaian prestasi yang maksimal,” kata dokter olahraga pertama di Gorontalo tersebut.

grafis doping,. (atip gorontalo post)
grafis doping,. (atip gorontalo post)

Ditambahkan dr. Medi Sarita, pada buku itu tercantum zat-zat yang termasuk ke dalam doping. Mulai dari, zat-zat yang dilarang dalam kompetisi hingga zat-zat yang dilarang pada olahraga tertentu.

Zat-zat yang termasuk doping tersebut berdasar pada prohibited list dari World Anti Doping Agency (WADA) 2016. “Memang perhatian besar kepada atlet, sebab doping sudah menjadi perhatian semua pihak untuk dihindari penggunaannya oleh atlet,” ucapnya.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Pages: 1 2


Komentar