Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Awas! Kosmetik Tanpa Label Banyak Beredar di Supermarket

Oleh Berita Hargo , dalam Features Headline Metropolis , pada Rabu, 7 Juni 2017 | 21:31 PM Tag: , ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Petugas Polres Gorontalo Kota menyita produk kosmetik yang dipasarkan di salah satu supermarket ternama di Kota Gorontalo.

Ini lantaran kosemetik yang dijual tersebut tidak menggunakan label, sehingga diklaim sebagai produk ilegal.

Penyitaan ini dilakukan sejalan dengan operasi cipta kondisi (Cipkon) yang digelar, Senin, (5/6).

“Kita menemukan ada produk-produk kosemitik yang tak ada label di jual oleh salah satu supermarket, makanya langsung kita sita untuk diselidiki,” kata Kabag OPS Polres Gorontalo Kota Kompol Pietmon Tamalawe yang memimpin operasi tersebut.

Pietmon mengatakan, operasi yang digelar pihaknya kali ini tidak lain untuk mengecek dan memastikan bahan makanan dan minuman yang dijual oleh setiap pedagang benar-benar aman untuk masyarakat.

Sebab, sebelumnya tidak sedikit temuan di beberapa tempat, ditemukan makanan dan minuman serta produk dagangan lainnya yang sudah kedaluarsa namun dijual oleh pedagang. Selain itu ada juga produk yang tidak jelas produksinya.

“Karena itu kita turun untuk memastikan semua dagangan yang dijual tidak membahayakan masyarakat,” jelas Pietmon.

Ia juga meminta agar para Konsumen yang sedang berbelanja agar lebih cerdas dalam berbelanja. Bila hendak berbelanja, pastikan mereka dan produksinya jelas, termasuk waktu kadaluarsanya.

“Operasi Cipkon yang kita gelar ini bukan hanya mengecek bahan makanan dan minuman yang diduga kadaluarsa atau kemasan yang rusak saja.

Selain itu, kita juga menyasar Miras, Judi, Prostitusi, Petasan, Aksi Pencurian, daging oplosan, serta kendaraan yang menggunakan knalpot racing,” terangnya.

Terpisah, pimpinan Kasa Utama Mall Gorontalo Zainal Mape yang dikonfirmasi Gorontalo Post membantah tegas bila produk yang dijual di supermarketnya ada yang ilegal.

selama ini ia mengaku terus berkoordinasi dengan BPOM Provinsi Gorontalo terkait semua produk utamanya makanan dan minuman, serta kosmetik yang dijualnya. Karena itu, menurut Zaenal tak sepantasnyalah produk kosmetiknya tersebut disita oleh petugas kepolisian.

“Kosmetik yang kita jual tersebut bermerek maydelline dan silkygirl semuanya ada 13 macam, saya sudah hubungi perusahaannya di Manado. Dia katakan itu produk resmi nasional dan beredar di semua kota di Indonesia dan tidak ada masalah. Cuma di Gorontalo yang beginian di permasalahkan,” protes Zainal.

Untuk itu Ketua Dewan Pembina APRINDO Gorontalo itu meminta dengan hormat agar Polres Gorontalo Kota dan Balai POM Gorontalo dapat duduk terlebih dahulu menyatukan presepsi untuk memastikan apakah barang ini tidak layak di jual atau sebenarnya sangat layak.

“Ini penting agar pengusaha tidak jadi bingung. Di satu sisi barang ini menurut Balai POM layak di jual, bahkan setiap bulan kita di periksa dan diuji di laboratorium Balai POM dan dibina tentang barang yang layak di jual dan tidak, tapi disisi lain Polres mengatakan tidak layak. Ini ada apa,” jelasnya.

Zainal mengkritik pula argumentasi Polres bahwa semua produk wajib mencantumkan cara pemakaian produk, tetapi kenyataannya 60 persen produk pabriknya tidak mencantumkan seperti itu, dan ini sudah selamanya seperti itu terjadi.

“Saya aneh, dengan penyitaan ini. Karena Balai POM saja tidak mempermasalahkan dan mereka punya dasar karena selalu bergantian produk kosmetik mereka beli untuk diuji,” tandasnya. (tr-53/and/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar