Senin, 28 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Awasi Investasi BP Jamsostek, KPK Tak Temukan Kerugian 

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Ekonomi , pada Selasa, 4 Februari 2020 | 07:05 WITA Tag:
  BP Jamsostek


Hargo.co.id, JAKARTA – Maraknya informasi mengenai kondisi investasi industri asuransi yang berkembang, membuat Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto angkat bicara. Dirnya menjamin jika pengelolaan dana di BP Jamsostek dalam kondisi aman.

“Saya tegaskan bahwa kinerja investasi BP Jamsostek dalam kondisi aman. Tidak ada kerugian, dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan meraih capaian yang baik,” tegasnya. Ini dilakukan guna menjawab pertanyaan yang muncul di tengah maraknya pemberitaan terpuruknya investasi beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa asuransi.

“Dinamika kondisi investasi global dan Indonesia, kinerja investasi BP Jamsostek masih on the track,” tegasnya lagi.

Agus Susanto menguraikan dana kelolaan BP Jamsostek telah mencapai Rp 431,7 triliun pada akhir Desember 2019, dan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp 29,2 triliun. Bahkan pada capaian YOI pada 2019 tersebut, capaian sebesar 7,3 persen, atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang hanya mencapai 1,7 persen. BP Jamsostek juga telah memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08 persen.

BACA  Mendagri Tunjuk Mitran Tuna dan Mohamad Nadjamuddin Pjs Bupati

“Kami selalu berpegang teguh pada aturan yang berlaku. Seperti PP Nomor 99 /2013 dan PP Nomor 55 /2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga Peraturan OJK Nomor 1 /2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50 persen,” terang Agus Susanto.

Untuk mengantisipasi kondisi pasar modal, Agus Susanto menjelaskan pihaknya telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 71 persen dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG.

Agus juga menjelaskan kepemilikan saham BP Jamsostek mayoritas merupakan saham kategori Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen. Namun ada juga saham yang pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan ANTM. Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar 2 persen besarannya dari total portofolio saham BP Jamsostek.

“Untuk saham, BP Jamsostek hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang baik dan memberikan deviden secara periodik. Tentunya faktor analisa fundamental dan review risiko menjadi pertimbangan utama dalam melakukan seleksi emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut saham gorengan,” tegas Agus Susanto.

BACA  Keluhan Tentang Listrik Masuk ke DPRD Kabgor

Dijelaskan oleh Agus Susanto, dengan kinerja pengelolaan dana di atas, sebagai Badan Hukum Publik, kegiatan operasional BP Jamsostek termasuk pengelolaan dana telah diawasi dan diaudit oleh berbagai lembaga berwenang seperti BPK, OJK dan KPK.

Senada dengan Agus Susanto, Deputi Pencegahan Korupsi KPK, Pahala Nainggolan, mengatakan, bahwa kinerja BP Jamsostek dalam bidang pengelolaan investasi secara keseluruhan telah mencapai hasil yang baik.

Tidak ada temuan KPK tentang kerugian pada investasi BP Jamsostek. Deputi Pencegahan Korupsi KPK ini menambahkan bahwa BP Jamsostek merupakan salah satu pengelola dana publik terbesar di Indonesia, sehingga pastinya masuk radar KPK.

“Kami di KPK tentunya akan terus mengawasi kinerja BP Jamsostek, terutama bidang investasi. Dalam pengawasan kami, tidak ada ditemukan kerugian Rp13 triliun seperti isu yang diedarkan pihak tidak bertanggungjawab. BP Jamsostek juga selalu kooperatif dalam menerima saran dari kami dan selalu berkonsultasi agar tidak terjadi kesalahan dalam operasionalnya,” tutur Pahala Nainggolan.

BACA  70 Kader Soksi Gorontalo Dilatih Jadi Pengusaha Startup

Dirinya berpesan BP Jamsostek yang saat ini tengah menjadi sorotan karena besarnya dana yang dikelola, harus terus fokus menjaga Good Governance dan mengelola kegiatan operasional secara prudent, serta jangan takut menghadapi intervensi dari pihak manapun.

“Kami siap mendampingi BP Jamsostek untuk menghadapi intervensi dari dalam atau luar dalam pengelolaan dananya. Bagi KPK ini merupakan cara strategis pencegahan korupsi dan bagian dari pelayanan publik,”pesannya.

Menanggapi pesan dari Pahala Nainggolan, Agus Susanto sangat berterima kasih dan berjanji akan terus mengawal dan memastikan kegiatan operasional selalu berjalan pada koridor yang telah ditentukan.

“Semua masukan positif dari stakeholder selalu kami tindaklanjuti, apalagi dari KPK. Kami juga berharap masyarakat juga ikut andil dalam mengawal operasional BP Jamsostek karena pada dasarnya pengelolaan kami sangat transparan dan seluruh pekerja bisa ikut mengawasi operasional kami,” tutup Agus Susanto. (adv/hg)


Komentar