Selasa, 26 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Awasi Tahapan Pilkada, Bawaslu Harus Kerja Adil, Objektif

Oleh Deice Pomalingo , dalam Bawaslu , pada Minggu, 15 November 2020 | 21:30 WITA Tag:
  FOSE. Ketua Bawaslu-RI Abhan saat foto bersama dengan Bawaslu Kabupaten Gorontalo dan jajaran Gakumdu, di kantor Bawaslu Kabupaten Goorontalo. (Foto:Deice/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO —Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Bawaslu RI memperingatkan pada Bawaslu Kabupaten Gorontalo agar kiranya harus menjaga integritas, bekerja adil dan juga obyektif, apalagi saat ini pelaksanaan pilkada ditengah pandemic covid-19. Hal ini dikatakan oleh Ketua Bawaslu-RI Abhan saat melakukan kunjungan kerja di Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Ahad (15/11/2020)

Ketua Bawaslu-RI Abhan menginstruksikan agar jajarannya harus tegas dalam melakukan pengawasan kampanye Pilkada serentak 2020, apalagi ditengah pandemi Covid-19, karena saat ini tugas Bawaslu tidak saja melakukan pengawasan dalam tahapan pilkada serta money politik, tetapi juga pengawasan terhadap penyebaran covid-19.

BACA  Bawaslu Kabgor Akui Rakernis Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

“Jangan sampai ada cluster baru yakni cluster pilkada,” ungkap Abhan. Abhan lanjut mengatakan, pilkada saat ini dengan pengawasan di era normal terdapat banyak perbedaan, dimana dalam pengawasan ditengah pandemi Covid-91 terdapat banyak hal-hal tambahan seperti harus memakai masker, mencuci tangan, dan harus memastikan obyek pengawasan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Bawaslu sekarang mendapatkan dua tugas penting, yakni pertama tugas elektoral, memastikan agar Pilkada berjalan tanpa ada pelanggaran, seperti money politik, penggelembungan suara dan lain-lain dan kedua, non elektoral atau tugas kemanusiaan untuk memastikan Pilkada berjalan diatas protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Abhan.

BACA  Bawaslu Kabgor Akui Rakernis Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Abhan juga mengajak seluruh jajaran pengawas pemilu untuk ikut mematuhi protokol kesehatan. “Memang agak sedikit berat, namun kita harus mampu terlebih dahulu memastikan jajaran kita memiliki kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan. Ini juga bisa menjadi contoh yang baik untuk masyarakat peserta pemilih khususnya pasangan calon,” tandas koordinator divisi SDM dan.

Organisasi Bawaslu-RI ini. Ia juga menegaskan, agar menindaklanjuti bila terdapat paslon dalam kampanye tidak mematuhi protokol kesehatan, sebab, kampanye sangat identik dengan keramaian, dan patuh prokotol kesehatan adalah tanggungjawab seluruh pihak terlebih dalam penyelenggaraan kegiatan pemilu agar tidak terjadi klaster Covid-19.

BACA  Bawaslu Kabgor Akui Rakernis Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

“Jangan takut kalau ada calon yang melanggar protokol kesehatan waktu kampanye, tapi sampaikan dengan baik. Lalu kita tunggu 1 jam, kalau tidak mengindahkan wajib dibubarkan dengan berkoordinasi dengan TNI dan Polri, himbauan pemerintah jelas, kita harus taat dan patuh terhadap protokol kesehatan, tujuannya agar tidak terjadi klaster Covid-19,” pungkas Abhan. (wie/hg)


Komentar